Nganjuk, Jatimmandiri.id — Akurasi data di lapangan menjadi kunci utama agar penataan guru dapat tepat sasaran sebelum usulan resmi disusun.
Dalam hal ini, Koordinator Wilayah (Korwil) memegang peran strategis sebagai mata dan telinga pemerintah daerah di wilayah kerjanya.
Meski Dinas Pendidikan menyusun usulan teknis berdasarkan masukan tersebut, keputusan akhir tetap berada di tangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menegaskan pentingnya integritas serta validitas data dalam seluruh proses pendataan yang berjalan di daerahnya.
“Data yang akurat adalah awal dari segala kebijakan yang baik. Saya tekankan, setiap angka yang dikirimkan dari lapangan, termasuk yang disampaikan oleh para Korwil, harus benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai kebijakan yang seharusnya menyelesaikan masalah, justru menimbulkan masalah baru hanya karena datanya keliru di awal,” tegas pria yang karib disapa Kang Marhaen ini, Senin (2/11/2026).
Ia juga merinci alur kerja yang wajib dipahami oleh seluruh jajaran terkait, mulai dari tingkat bawah hingga kabupaten.
“Disusunnya usulan teknis oleh Dinas Pendidikan itu berbasis data yang masuk dari bawah. Tapi keputusan akhir ada di tangan saya selaku PPK. Maka dari itu, jangan ada yang mencoba-coba memanipulasi data. Transparansi dan kejujuran adalah fondasi utama. Kalau datanya benar, insyaAllah kebijakan yang diambil pasti tepat sasaran. Kalau datanya dimainkan, yang rugi adalah dunia pendidikan kita sendiri,” tambahnya.
Selain itu, Bupati turut menginstruksikan seluruh jajarannya agar bekerja dengan bersih, cermat, dan penuh tanggung jawab demi masa depan sektor pendidikan.
“Jadilah jembatan yang kokoh, bukan penyangga yang rapuh. Integritas Bapak dan Ibu di lapangan menentukan masa depan guru dan anak-anak didik kita di Nganjuk,” pesan Marhaen.
Menanggapi arahan tersebut, salah satu Korwil di Kabupaten Nganjuk menyambut baik penegasan kepala daerah dan berkomitmen untuk mengawal validitas data secara transparan.
“Kami sadar posisi ini sangat penting. Kami berkomitmen menjaga kepercayaan yang diberikan, data yang kami sampaikan adalah cerminan kondisi nyata di lapangan, tidak lebih dan tidak kurang,” tuntasnya. (isk/alf)












