Jatim

Hari Anak Nasional 2026, Gubernur Khofifah: Perlindungan Anak Adalah Investasi Strategis Indonesia Emas 2045

×

Hari Anak Nasional 2026, Gubernur Khofifah: Perlindungan Anak Adalah Investasi Strategis Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini
Hari anak nasional 2026
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa (hijab merah)
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan pemenuhan hak dan perlindungan anak sebagai investasi strategis menuju Indonesia Emas 2045.

  • Momen Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”.

  • Khofifah menyoroti kompleksitas tantangan era digital, kekerasan, hingga bullying, serta mengajak sinergi gotong royong seluruh elemen.

Surabaya, Jatimmandiri.id — Bertepatan dengan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerukan pentingnya menempatkan pemenuhan hak serta perlindungan anak sebagai skala prioritas utama pembangunan bangsa.

Mengusung tema nasional “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”, Khofifah menekankan bahwa setiap anak Indonesia berhak bertumbuh dalam ekosistem yang aman, penuh kasih sayang, serta terbebas dari segala bentuk diskriminasi dan kekerasan demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Mari kita sayangi anak, lindungi mereka. Sebab anak-anak kita adalah calon pemimpin masa depan. Investasi terbaik yang dapat kita lakukan saat ini adalah memastikan mereka tumbuh sehat, memperoleh pendidikan berkualitas, dan terlindungi,” ujar Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Kamis (23/7/2026).

Hadapi Tantangan Era Digital dan Isu Kesehatan Mental

Gubernur Khofifah memaparkan bahwa tantangan yang membayangi tumbuh kembang anak di era modern kian kompleks. Perkembangan pesat teknologi digital tidak hanya membawa dampak positif, tetapi juga menyimpan ancaman serius.

Seperti aksi perundungan (bullying/cyberbullying), kekerasan fisik dan verbal, penyalahgunaan narkoba, hingga gangguan kesehatan mental pada anak.

Guna menangkal dampak negatif tersebut, Pemprov Jatim terus mengintervensi melalui program integratif yang mencakup:

  • Penguatan Sektor Pendidikan & Kesehatan: Menjamin akses sekolah inklusif dan fasilitas kesehatan yang ramah anak.

  • Perlindungan Sosial & Pemenuhan Gizi: Program pencegahan stunting serta pendampingan bagi anak di keluarga prasejahtera.

  • Penciptaan Lingkungan Ramah Anak: Penguatan ruang terbuka hijau, tempat bermain aman, serta sekolah bebas perundungan.

Baca Juga  Veronica Tan: Suara Anak Harus Jadi Dasar Kebijakan, HAN 2026 Libatkan Anak dari Seluruh Indonesia

Peran Sentral Keluarga dan Gotong Royong Lintas Sektor

Lebih lanjut, Khofifah menggarisbawahi bahwa skema perlindungan anak tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata.

Diperlukan kolaborasi solid berbasis gotong royong antara lembaga pemerintah, sekolah, dunia usaha, media, hingga lingkungan masyarakat.

Ia juga berpesan khusus kepada para orang tua agar senantiasa menjadikan institusi keluarga sebagai “sekolah pertama” (madrasatul ula) yang menanamkan fondasi karakter, kejujuran, disiplin, dan empati.

“Perlindungan anak butuh gotong royong seluruh elemen masyarakat. Anak-anak yang hari ini kita lindungi, didik, dan dampingi dengan penuh kasih sayang, kelak akan menjadi pemimpin yang membawa Indonesia semakin maju, adil, dan sejahtera,” pungkas Khofifah.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatimmandiri.id- Sulastri binti Mufid didakwa menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I jenis sabu. Dakwaan dibacakan dalam sidang…