Jatim

Perkuat Rantai Pasok Nasional, Jatim dan Riau Jalin Kerja Sama Strategis Misi Dagang dan Investasi 2026

×

Perkuat Rantai Pasok Nasional, Jatim dan Riau Jalin Kerja Sama Strategis Misi Dagang dan Investasi 2026

Sebarkan artikel ini
Misi dagang Jatim Riau 2026
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Pemprov Jawa Timur dan Pemprov Riau resmi memperkuat konektivitas ekonomi nasional melalui Misi Dagang dan Investasi 2026 di Pekanbaru.

  • Kolaborasi strategis ini memanfaatkan keunggulan sektor industri manufaktur Jatim dan potensi perkebunan energi skala besar Riau untuk mengamankan ketahanan rantai pasok antardaerah.

Pekanbaru, Jatimmandiri.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan Pemerintah Provinsi Riau secara resmi memperkuat jalinan kerja sama di sektor perdagangan dan investasi. Langkah ini diwujudkan melalui perhelatan akbar Misi Dagang dan Investasi Tahun 2026 yang digelar secara tatap muka di Hotel Novotel Pekanbaru, Rabu (8/7/2026).

Agenda ini menjadi salah satu terobosan strategis kedua daerah untuk memperluas penetrasi pasar, membuka keran investasi baru, sekaligus mengamankan ketahanan rantai pasok (supply chain) nasional melalui kolaborasi bilateral antardaerah.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Forum bisnis ini mempertemukan secara langsung jajaran pemerintah daerah, para pelaku usaha, serta investor potensial dari kedua provinsi guna menjajaki berbagai kesepakatan komersial di sektor perdagangan, industri pengolahan, pangan, perkebunan, hingga investasi padat modal.

Sinergi Dua Kekuatan Ekonomi Raksasa Lintas Pulau

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, yang hadir mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum krusial yang mempertemukan dua daerah dengan karakteristik ekonomi yang saling melengkapi (complementary).

“Pertemuan ini mempertemukan dua kekuatan ekonomi daerah dalam satu ikhtiar untuk memperluas pasar, memperkuat rantai pasok, membuka peluang investasi, dan menghadirkan kerja sama ekonomi yang lebih nyata antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Riau,” urai Syahrial Abdi pada Rabu (8/7/2026).

Secara makro, posisi ekonomi kedua provinsi ini sangat strategis dalam menopang pertumbuhan nasional. Hal tersebut tercermin dari kapasitas Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masing-masing wilayah:

  • PDRB Jawa Timur (Triwulan I 2026): Tercatat menembus angka sekitar Rp888,44 triliun, ditopang oleh keunggulan di sektor industri manufaktur, perdagangan grosir, ketahanan pangan, hortikultura, serta peternakan.

  • PDRB Riau (Triwulan I 2026): Mencapai kisaran Rp317,14 triliun, menempatkan Riau sebagai daerah dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di seluruh luar Pulau Jawa, yang digerakkan oleh sektor energi, perkebunan, industri pengolahan sawit, kelapa, sagu, hingga industri pulp dan kertas yang telah menembus pasar internasional.

Baca Juga  Kuota Capai 5.370 Siswa: Gubernur Khofifah Pastikan Penjaringan Sekolah Rakyat Jatim 2026 Masih Bergulir

Mengamankan Pasokan Pangan dan Distribusi CPO

Dalam peta komoditas, Riau tercatat memiliki areal perkebunan kelapa sawit yang sangat luas, yakni mencapai sekitar 3,87 juta hektare dengan kemampuan produksi Crude Palm Oil (CPO) sekitar 9,4 juta ton per tahun.

Kendati kuat di sektor perkebunan dan energi, Provinsi Riau membutuhkan pasokan komoditas pangan, hasil hortikultura, pupuk, serta berbagai produk industri hilir dari Jawa Timur guna menjaga stabilitas pasokan pasar dan menekan laju inflasi daerah.

Pemetaan Karakteristik Ekonomi Penghubung Rantai Pasok

Berikut adalah perbandingan potensi komoditas utama yang menjadi basis tukar-menukar perdagangan antara Jawa Timur dan Riau dalam misi dagang kali ini:

Sektor Unggulan Provinsi Komoditas Utama Jawa Timur (Jatim) Komoditas Utama Riau
Sektor Utama Ekspor/Suplai Hasil industri manufaktur, produk pangan pokok, hortikultura, peternakan, dan pupuk. Energi, Crude Palm Oil (CPO), kelapa, sagu, serta industri pulp dan kertas internasional.
Kebutuhan yang Diserap Bahan baku perkebunan, pasokan energi, dan komoditas industri olahan. Bahan pangan segar, pupuk pertanian, produk manufaktur, dan barang konsumsi.
Kapasitas PDRB (Triwulan I-2026) ± Rp888,44 Triliun ± Rp317,14 Triliun (Terbesar ke-2 di luar Pulau Jawa)

“Kami berharap forum ini menghasilkan kerja sama yang konkret, baik berupa transaksi dagang, perluasan distribusi, maupun investasi yang dapat segera ditindaklanjuti. Riau siap menjadi mitra strategis Jawa Timur dalam membangun ekonomi yang saling menguntungkan,” tambah Syahrial.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa penyelenggaraan misi dagang ini merupakan bagian dari skema taktis Pemprov Jatim dalam memperluas jangkauan pasar bagi produk-produk unggulan lokal sekaligus mempererat konektivitas ekonomi antar-pulau.

Baca Juga  Peringatan Hari Lahir Pancasila di Grahadi, Khofifah Tekankan Persatuan dan Perdamaian Dunia

“Kami meyakini Jawa Timur dan Riau memiliki potensi ekonomi yang saling melengkapi. Kolaborasi ini akan memperkuat rantai pasok nasional sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas bagi kedua daerah,” tegas Gubernur Khofifah.

Khofifah berharap seluruh nota kesepahaman dan kesepakatan dagang yang ditandatangani dalam forum ini tidak berhenti di atas kertas, melainkan segera dieksekusi menjadi program kerja nyata di lapangan.

Hilirisasi dari kerja sama ini diharapkan mampu mengerek nilai perdagangan bilateral secara signifikan, menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat, memperkuat daya saing para pelaku usaha mikro maupun makro, serta memacu pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kedua provinsi.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *