Intisari Berita:
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menghadiri Idul Khotmi Nasional ke-234 Thoriqoh At-Tijaniyah di Ponpes Al-Amien Prenduan, Sumenep.
Khofifah mengajak jamaah memperkuat ketakwaan dan menjadikan majelis ulama sebagai ikhtiar spiritual bersama menuju surga secara berombongan.
Menko Pangan Zulkifli Hasan yang turut hadir membawa pesan dari Presiden Prabowo Subianto dan menggaransi ketahanan stok pangan nasional aman hingga 2027.
Sumenep, Jatimmandiri.id — Ribuan jamaah memadati Kompleks Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, Madura, untuk menghadiri perhelatan akbar Idul Khotmi Nasional ke-234 Thoriqoh At-Tijaniyah, Minggu (19/7/2026). Momentum sakral ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Dalam sambutannya, Khofifah mengajak seluruh keluarga besar jamaah Thoriqoh At-Tijaniyah untuk terus memperkokoh pilar ketakwaan kepada Allah SWT, mengintensifkan ikhtiar spiritual.
Serta merawat tali ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim) sebagai benteng kokoh dalam menghadapi disrupsi zaman di era modern.
Khofifah mengaku sangat bergetar dan tersentuh saat prosesi pembukaan acara melantunkan ayat suci Al-Qur’an Surah Az-Zumar ayat 73, yang mengisahkan visualisasi kemuliaan rombongan orang-orang bertakwa saat melangkah masuk ke dalam pintu-pintu surga.
“Saya merasakan tarikan yang begitu kuat untuk hadir di sini. Ketika Surat Az-Zumar ayat 73 dibacakan, saya merasa itulah penguat hati kita semua. Kita ingin menjadi bagian dari rombongan orang-orang bertakwa yang dipanggil Allah masuk ke dalam surga-Nya,” ungkap Khofifah di hadapan jamaah.
Ikut Rombongan Surga Bersama Para Mursyid dan Ulama
Lebih lanjut, mantan Menteri Sosial ini mengingatkan bahwa setiap individu manusia pasti tidak luput dari khilaf dan kekurangan dalam menjalankan ritus ibadah sehari-hari.
Oleh karena itu, kehadiran di majelis ilmu dan zikir kiai mutlak diperlukan untuk menyempurnakan spiritualitas diri.
Khofifah berharap ikatan batin antara jamaah dengan para pemuka agama dapat menjadi wasilah (perantara) keselamatan di akhirat kelak.
“Kadang-kadang salat kita belum khusyuk, kadang masih sibuk dengan handphone, kadang masih banyak hal yang kurang baik kita lakukan. Tetapi kita semua ingin masuk surga. Kalau para masyayikh, para mursyid, para ulama kita masuk ke surga Allah, mudah-mudahan kita diakui sebagai santrinya, sebagai jamaahnya, sehingga kita bisa ikut bersama mereka menuju surga Allah,” tutur Khofifah penuh khidmat.
Agenda religi nasional ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan Syeikh Ahmad Fauzi Tidjani selaku tuan rumah (shahibul hajah), serta Sayyid Syarif Muhammad Al Habib yang merupakan ulama rujukan fatwa global Thoriqoh At-Tijaniyah.
Menko Zulkifli Hasan Garansi Stok Pangan Aman hingga 2027
Di panggung yang sama, Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan salam hangat penuh takzim dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk seluruh elemen kiai, santri, dan jamaah thariqah yang hadir di bumi Madura.
Sebagai perwujudan sinergi nyata antara umara (pemerintah) dan ulama, pria yang akrab disapa Zulhas ini menegaskan bahwa kabinet Presiden Prabowo berkomitmen penuh untuk mengamankan kebutuhan dasar masyarakat melalui stabilitas pasokan logistik pangan nasional.
“Insya Allah pangan kita aman. Beras cukup, telur banyak, ayam banyak, ikan banyak. Sampai tahun 2027 stok pangan kita cukup, jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Yang terus kita bangun adalah bagaimana kesejahteraan rakyat semakin meningkat,” urai Zulhas memastikan.
Acara kemudian ditutup dengan penyampaian Mau’idzah Hasanah oleh Sayyid Syarif Muhammad Al Habib.
Ia berpesan kepada seluruh umat agar menjauhi segala bentuk friksi, kebencian, dan permusuhan, serta senantiasa menjaga kebersihan hati guna meraih keridaan Allah SWT secara berjamaah.












