Surabaya, Jatimmandiri.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Blegur Prijanggono mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim, yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui berbagai kegiatan promosi, salah satunya festival kopi. Menurutnya, program tersebut menjadi sarana efektif untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM lokal.
Pernyataan itu disampaikan Blegur saat menggelar Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Jalan Embong Blimbing, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya, Kamis (30/07). Dalam dialog bersama masyarakat, politisi Partai Golkar itu menilai pemilihan tiga lokasi penyelenggaraan festival, yakni Graha Unesa, Ciputra World Mall, dan kawasan wisata sejarah Kota Lama Surabaya, sudah tepat karena mampu menarik lebih banyak pengunjung sekaligus membuka peluang peningkatan omzet bagi pelaku UMKM.
“Melalui poin-poin itu, memang program itu ada banyak. Karena program itu memang muaranya ingin menaikkan produk UMKM yang dibuat oleh warga masyarakat untuk ditampilkan ke publik dalam hal ini masyarakat Kota Surabaya,” ujar Blegur Prijanggono.
Fasilitasi Usaha Mamin Warga
Blegur menambahkan, kehadiran festival kopi tersebut memberikan efek domino yang nyata bagi pergerakan ekonomi kerakyatan, terutama bagi para pelaku usaha di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Surabaya.
Ia menyampaikan beberapa catatan penting, yakni promosi skala besar dengan memanfaatkan pusat keramaian modern (mal), kampus, hingga destinasi wisata ikonik untuk memperluas jangkauan pasar kuliner lokal.
“Selain itu, fasilitasi standar usaha. Mendorong program lanjutan bagi pelaku industri makanan dan minuman (mamin) agar mendapatkan legalitas dan sertifikasi resmi,” imbuhnya.
Tak hanya itu, lanjut Blegur, keberlanjutan program, dengan memastikan keterlibatan aktif masyarakat lokal agar program pariwisata daerah selaras dengan peningkatan kesejahteraan warga.
“Memang program itu ada banyak, salah satunya memang mengharuskan diikuti oleh masyarakat yang punya usaha makanan dan minuman yang harus mendapatkan sertifikasi yang ada di Kota Surabaya,” tegas legislator asal Surabaya tersebut.
Melalui reses ini, Blegur berkomitmen untuk terus mengawal dan menyelaraskan program-program strategis Pemprov Jatim agar senantiasa berdampak langsung pada penguatan ekonomi dan pemulihan sektor pariwisata di Kota Pahlawan.












