Blora, Jatimmandiri.id — DPRD Kabupaten Blora mengawasi pelaksanaan proyek penimbunan dan pematangan lahan yang dipersiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kecamatan Cepu. Proyek tersebut dianggarkan sekitar Rp12,63 miliar melalui APBD Kabupaten Blora 2026.
Ketua Komisi C DPRD Blora Mukhlisin mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 42 persen. Capaian itu mengalami deviasi sekitar satu persen dari target yang ditetapkan.
“Walaupun ada deviasi 1 persen, masih wajar. Nanti kita tunggu sampai masa akhir kontrak, termasuk kualitas harus tetap terjaga,” kata Mukhlisin di Blora, Kamis (24/9).
Komisi C melakukan inspeksi untuk mencocokkan perkembangan pekerjaan di lapangan dengan rencana anggaran biaya (RAB) serta spesifikasi teknis dalam kontrak.
Dalam peninjauan tersebut, Mukhlisin bersama anggota Komisi C DPRD Blora Saiful Arifin melihat langsung proses pengurukan lahan. Mereka turut didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Anex Fachrian dan berdiskusi dengan kontraktor pelaksana.
Menurut Mukhlisin, sejauh ini belum ditemukan persoalan yang menjadi catatan khusus DPRD.
“Untuk sementara ini kondisinya masih baik-baik saja. Nanti kita juga akan minta laporan dari pengawas secara lengkap,” ujarnya.
Lahan yang dipersiapkan sebagai lokasi Sekolah Rakyat tersebut memiliki luas sekitar 7,8 hektare dan berada di kawasan persawahan eks bengkok Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu. Sekitar 4,8 hektare di antaranya menjadi area pengurukan.
Pekerjaan dilaksanakan CV Sejahtera Tehnik dan ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026. Kebutuhan material urukan diperkirakan mencapai sekitar 19.000 meter kubik.
Direktur Utama CV Sejahtera Tehnik Nandhif mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap kondisi cuaca yang berpotensi menghambat pekerjaan.
“Untuk mengantisipasi cuaca, kita pakai bahan kualitas bagus. Apa pun kondisi yang terjadi, kita tetap menjalankan progres,” ujarnya.
Kontraktor juga menyatakan siap menambah armada jika dibutuhkan untuk mengejar target penyelesaian.
“Untuk menambah armada kita sangat bisa. Untuk materialnya kita sesuai, pakai punya Pak Jais Todanan dan ada penambahan dari Tuban, semuanya berizin,” katanya.
Keberadaan proyek penimbunan untuk Sekolah Rakyat tercatat dalam sistem pengadaan Pemerintah Kabupaten Blora. Pemerintah daerah sebelumnya juga menyebut pembangunan Sekolah Rakyat permanen dipersiapkan di Kecamatan Cepu.












