- Anggota Komisi E DPRD Jatim Cahyo Harjo Prakoso mendukung penuh sertifikasi pelatih sepak bola dan futsal guna mendorong ekosistem olahraga mandiri tanpa melulu bergantung pada APBD.
- Dispora Jawa Timur menginisiasi coaching clinic khusus bagi guru olahraga dan pelatih sekolah demi memperkuat fondasi pembinaan bibit atlet berkarakter.
- Kadispora Jatim Hadi Wawan Guntoro menegaskan organisasi cabang olahraga (cabor) merupakan pilar kunci pengelolaan SDM, fasilitas, ajang, hingga skema pendanaan mandiri.
Surabaya, Jatimmandiri.id – Upaya memajukan prestasi olahraga di Jawa Timur dinilai membutuhkan lompatan paradigma, terutama dalam membangun tata kelola pembinaan yang mandiri dan profesional. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur dari Komisi E, Cahyo Harjo Prakoso, menyatakan dukungan penuh terhadap sertifikasi pelatih sepak bola dan futsal agar ekosistem keolahragaan daerah mampu berkembang tanpa ketergantungan mutlak pada sokongan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sikap tersebut ditegaskan Cahyo saat menghadiri pembukaan agenda Coaching Clinic Sepak Bola dan Futsal di Surabaya pada Senin (26/10/2026). Ia menekankan bahwa lonjakan prestasi atlet menuntut daya cipta dan kebersamaan seluruh elemen terkait dalam merancang skema pembinaan yang berkelanjutan.
“Olahraga kalau mau naik kelas tidak bisa mengandalkan APBD atau anggaran pemerintah saja. Harus inovatif, kreatif, dan dilakukan dengan kebersamaan,” tegas Cahyo.
Standar Kepelatihan Profesional Jadi Fondasi Prestasi Berkelanjutan
Cahyo mengapresiasi langkah Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur yang memfasilitasi peningkatan kapasitas bagi para guru pendidikan jasmani dan pelatih di lingkungan satuan pendidikan. Menurutnya, kompetensi juru taktik di lapangan menjadi kunci utama dalam mentransformasi bakat mentah para pelajar menjadi atlet berprestasi.
“Potensi tidak bisa menjadi suatu prestasi kalau tidak diimbangi dengan fondasi yang kuat, profesional, dan berkelanjutan,” ujar Cahyo.
Mengingat sepak bola dan futsal memiliki basis massa serta peminat yang masif di tengah masyarakat, ia memandang sinergi antara DPRD, Dispora, dan institusi sekolah harus diperkuat dengan standardisasi kepelatihan formal.
Pelatihan teknis ini diharapkan tidak berhenti sebagai pembekalan sesaat, melainkan berlanjut hingga lisensi sertifikasi resmi. Dengan kompetensi berlisensi, para pelatih binaan diharapkan memiliki bekal kapabilitas untuk menyelenggarakan turnamen, menginisiasi kejuaraan, hingga menggerakkan kegiatan olahraga secara swadaya.
Membentuk Karakter dan Jiwa Kepemimpinan Generasi Muda
Lebih lanjut, Cahyo menggarisbawahi bahwa tolok ukur pembinaan olahraga usia muda tidak boleh disempitkan hanya pada perolehan trofi juara semata. Olahraga memegang fungsi strategis dalam merawat kebugaran fisik, mengasah sportivitas, memperkokoh persatuan, serta menempa integritas karakter para penerus bangsa agar siap menjadi calon pemimpin masa depan yang kompetitif.
Dispora Jatim: Organisasi Cabor Merupakan Pilar Ekosistem Olahraga
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro, menerangkan bahwa organisasi cabang olahraga (cabor) memegang posisi sentral sebagai lokomotif penggerak ekosistem keolahragaan modern.
Peran strategis cabor mencakup seluruh spektrum manajerial, mulai dari tata kelola sumber daya manusia (SDM), penyediaan dan pemeliharaan sarana prasarana, penggarapan ajang kompetisi berkala, hingga penjajakan model pendanaan terpadu.
“Pilar utamanya ada di cabor, karena di situlah tempat pengelolaan SDM, sarana prasarana, event, hingga pendanaan. Pemerintah bertugas memfasilitasi dan mendukung kebutuhan tersebut,” jelas Hadi Wawan.
Hadi Wawan menambahkan, ketahanan ekosistem olahraga menuntut interkoneksi yang solid antara atlet, pelatih, sarana latihan, skema kemitraan sponsor, serta keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat luas.
“Kita ingin membangun ekosistem olahraga yang mandiri, di mana pelatih, atlet, tempat latihan, sponsorship, hingga peran aktif orang tua dan masyarakat saling menguatkan,” pungkasnya.












