Jatim

148 Warga Ikuti Diklat Poltekpel Surabaya di Sumenep, Tingkatkan Kompetensi dan Pemberdayaan Masyarakat

×

148 Warga Ikuti Diklat Poltekpel Surabaya di Sumenep, Tingkatkan Kompetensi dan Pemberdayaan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Kepala KSOP Kelas IV Sumenep, Azwar Anas, mengapresiasi terselenggaranya (DPM) Politeknik Pelayaran Surabaya di Kabupaten Sumenep.
Example 468x60

Sumenep, Jatimmandiri.id, –  Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya resmi membuka Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Angkatan IV Tahun 2026 yang berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini diikuti sebanyak 148 peserta yang berasal dari pelajar SMK maupun masyarakat umum, baik dari Kabupaten Sumenep maupun sejumlah daerah lainnya.

Pembukaan diklat dihadiri jajaran pimpinan dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), di antaranya perwakilan Direktur Poltekpel Surabaya, Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Sumenep, Kepala UPT BLK Sumenep, Camat Kalianget, Danramil Kalianget, Kapolsek Kalianget, panitia, tenaga pengajar, serta seluruh peserta diklat.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Dalam sambutannya disampaikan bahwa pelaksanaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor transportasi laut.

Program tersebut mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing SDM Indonesia.

Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Angkatan IV Tahun 2026 yang berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumenep.

Selain itu, pelaksanaan diklat juga berpedoman pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Nomor PK.09/BPSDMP-2017 tentang Kurikulum Program Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Pelaut serta Peraturan Kepala BPSDMP Nomor PK.03/BPSDMP-2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat.

Melalui program ini, peserta mendapatkan pelatihan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi di bidang keselamatan pelayaran dan keamanan transportasi laut.

Adapun jenis pelatihan yang diberikan meliputi Basic Safety Training (BST), Security Awareness Training (SAT), dan Advance Fire Fighting (AFF).

Pada pelatihan Basic Safety Training (BST), peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya keselamatan kerja, pencegahan kecelakaan, serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan kerja.

Sementara itu, Security Awareness Training (SAT) bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga stabilitas keamanan di atas kapal.

Sedangkan pada Advance Fire Fighting (AFF), peserta memperoleh keterampilan dalam penggunaan alat pemadam kebakaran serta prosedur penanggulangan kebakaran yang dapat terjadi di atas kapal.

Baca Juga  Ribuan Massa Aksi Damai Dukung Program MBG di DPRD Kota Probolinggo, Pengamanan Polres Berjalan Kondusif

Melalui pelatihan tersebut diharapkan lahir sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap aspek keselamatan transportasi laut.

Program ini juga diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas SDM, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Sumenep yang memiliki potensi besar di sektor kemaritiman.

Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah turut menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Pelayaran Surabaya atas kepercayaan menyelenggarakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Sumenep.

Diharapkan program serupa dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang guna mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga kerja yang kompeten di sektor transportasi laut sekaligus memperkuat keselamatan pelayaran Indonesia.

Kepala KSOP Kelas IV Sumenep, Azwar Anas, mengapresiasi terselenggaranya Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Politeknik Pelayaran Surabaya di Kabupaten Sumenep. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor kemaritiman.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Pelayaran Surabaya yang telah kembali menyelenggarakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Sumenep. Program ini sangat penting karena memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan kompetensi di bidang pelayaran dan keselamatan transportasi laut,” ujar Azwar Anas.

Ia menilai Kabupaten Sumenep sebagai daerah kepulauan memiliki kebutuhan besar terhadap tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan sertifikasi di bidang maritim.

“Sumenep memiliki karakteristik wilayah kepulauan dengan aktivitas pelayaran yang cukup tinggi. Karena itu, peningkatan kapasitas SDM menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Melalui pelatihan seperti BST, SAT, dan AFF, peserta akan memiliki bekal kompetensi yang dapat menunjang keselamatan kerja sekaligus meningkatkan daya saing di dunia kerja,” katanya.

Azwar berharap para peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Bank Mandiri Hadirkan Ekosistem Keuangan, Karier, dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Satu Layanan

“Saya berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Ikuti setiap materi dengan disiplin, karena ilmu dan sertifikat yang diperoleh nantinya dapat menjadi modal penting untuk berkarier di sektor pelayaran maupun industri maritim lainnya,” tuturnya.

Ia juga berharap sinergi antara KSOP Sumenep, Politeknik Pelayaran Surabaya, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terus terjalin sehingga program pemberdayaan masyarakat di bidang transportasi laut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Semoga kerja sama yang telah terbangun ini terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat Sumenep yang memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi, sekaligus mendukung terwujudnya transportasi laut yang aman, selamat, dan profesional di Indonesia,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *