- Sebanyak 438.126 siswa jenjang SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur resmi mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang berlangsung pada 26–29 Oktober 2026.
- Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung kesiapan infrastruktur ujian di SMKN 8 Malang seraya menyapa seluruh peserta se-Jatim secara daring.
- Di sela peninjauan, tercatat 4.915 lulusan SMK Jatim per Mei 2026 sukses menembus magang hingga kerja di luar negeri, mengungguli gabungan daerah lain di luar Jatim.
Malang, Jatimmandiri.id – Sebanyak 438.126 siswa jenjang SMA, SMK, dan SLB di seluruh Jawa Timur serentak menjalani agenda Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai Senin (26/10/2026) hingga Kamis (29/10/2026). Untuk memastikan seluruh sarana pendukung berjalan tanpa kendala, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung pelaksanaan ujian di SMK Negeri 8 Malang pada Senin (26/10/2026).
Langkah peninjauan ini difokuskan guna memastikan keandalan sarana dan prasarana penunjang ujian di lokasi. Di samping memantau kondisi teknis di lapangan, Gubernur Khofifah turut menyapa para siswa SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur secara daring guna memompa semangat, memberikan doa restu, serta menekankan nilai ketenangan, rasa percaya diri, dan integritas kejujuran selama mengerjakan soal.
Ujian Bukan Sekadar Angka: Dorong Kejujuran dan Kesiapan Sarpras Vital
Di hadapan para peserta dan tenaga pendidik, Khofifah menggarisbawahi bahwa evaluasi akademik ini memegang peranan esensial bagi pemetaan masa depan para peserta didik, jauh melampaui tolok ukur nilai formal di atas kertas semata.
“TKA bukan sekadar penilaian angka, melainkan bagian dari proses belajar untuk mengenali potensi dan mempersiapkan masa depan atau academic achievement. Kerjakan dengan fokus, berikan kemampuan terbaik, dan jangan lupa memohon doa restu orang tua,” ujar Khofifah.
Kesiapan sarana dan prasarana dinilai menjadi pondasi mutlak kelancaran agenda tahunan ini. Khofifah menginstruksikan jajaran terkait agar memastikan pasokan dan keamanan jaringan listrik terjaga, perangkat genset disiagakan penuh sebagai antisipasi pemadaman mendadak, serta stabilitas konektivitas internet dipastikan lancar dan aman tanpa hambatan teknis.
Kepada para siswa, ia juga berpesan agar senantiasa berkonsentrasi penuh, menjaga ketenangan diri, serta memberikan porsi perhatian yang seimbang pada tiap mata pelajaran yang diujikan.
Potret SMKN 8 Malang: Komitmen Lingkungan hingga Apresiasi Sekolah
Di SMK Negeri 8 Malang sendiri, tercatat 391 peserta berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan TKA 2026. Seluruh peserta tersebut terbagi ke dalam empat kompetensi keahlian kejuruan, yakni:
- Teknik Mekatronika
- Teknik Elektronika Industri
- Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)
- Teknik Komputer Jaringan (TKJ)
Sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan pembiasaan gaya hidup ramah lingkungan di lingkungan pendidikan, Gubernur Khofifah turut membagikan wadah minum (tumbler) kepada para siswa di sekolah tersebut.
Respons Kepala Sekolah atas Kunjungan Lapangan
Kehadiran langsung pimpinan daerah di lingkungan satuan pendidikan disambut hangat oleh Kepala SMKN 8 Malang, Suryanto. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan dukungan moril yang diberikan langsung kepada anak didiknya.
“Alhamdulillah, suatu kehormatan Ibu Gubernur bersedia hadir untuk memantau anak-anak, memberikan semangat, serta memberikan doa. Mudah-mudahan TKA tahun 2026 ini berjalan dengan sebaik-baiknya dan memberikan hasil yang terbaik,” ungkap Suryanto.
Rekor Vokasi Jatim: 4.915 Lulusan Tembus Peluang Kerja Internasional
Momentum peninjauan TKA 2026 ini sekaligus menyoroti performa lulusan pendidikan vokasi Jawa Timur di kancah global. Berdasarkan rekapan data per Mei 2026, sebanyak 4.915 lulusan SMK asal Jawa Timur tercatat telah mengikuti program magang maupun bekerja di luar negeri.
Pencapaian tersebut menorehkan keunggulan signifikan, di mana total lulusan SMK Jatim yang berkiprah di luar negeri melampaui akumulasi lulusan vokasi dari seluruh wilayah Indonesia di luar Jawa Timur, yang secara gabungan tercatat di angka 3.600 orang.
Statistik ini menjadi tolok ukur nyata atas tingginya daya saing sumber daya manusia vokasi Jawa Timur dalam menembus bursa kerja internasional. Sejalan dengan pencapaian tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memacu penguatan kualitas pendidikan dan kompetensi keahlian siswa agar semakin siap menjawab tantangan dunia kerja serta meraih peluang masa depan yang kian kompetitif.












