Intisari Berita:
Akademi TNI menerjunkan para taruna ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Surabaya selama lima hari untuk mendampingi pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian siswa.
Danjen Akademi TNI Letjen TNI Sidharta Wisnu Graha menegaskan program kolaborasi bersama Kemensos ini murni pendidikan karakter universal, bukan militerisasi anak.
Para taruna hadir memberikan keteladanan harian melalui kebiasaan disiplin sederhana seperti menjaga kebersihan, tanggung jawab, dan ketertiban guna menyongsong Indonesia Emas 2045.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Akademi TNI resmi menerjunkan para taruna untuk mendampingi dan membina para siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Surabaya. Program yang digagas melalui kolaborasi bersama Kementerian Sosial (Kemensos) ini berfokus pada penguatan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI, Letjen TNI Sidharta Wisnu Graha, menegaskan bahwa kehadiran para taruna selama lima hari di lingkungan sekolah sama sekali tidak membawa pendekatan atau praktik militerisasi kepada para peserta didik.
Sebaliknya, para taruna hadir untuk berbagi pengalaman harian, menjadi contoh keteladanan (role model), serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang positif.
“Ini adalah program negara dari Kementerian Sosial. Kami hadir untuk membantu membentuk karakter, kedisiplinan, dan kemandirian anak-anak. Tentara tidak mengajarkan militerisasi. Yang kami tanamkan adalah disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan karakter yang baik sebagai bekal mereka di masa depan,” tegas Letjen TNI Sidharta Wisnu Graha usai meninjau SRT 2 Surabaya, Selasa (4/8/2026).
Bangun Kebiasaan Disiplin Lewat Aktivitas Sederhana
Letjen Wisnu menjelaskan, pembentukan mental unggul tidak harus di mulai dengan latihan yang berat, melainkan dari pembiasaan hal-hal kecil di lingkungan sekitar. Para taruna membimbing siswa untuk mempraktikkan budaya tertib, menghargai waktu, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Pendampingan taruna Akademi TNI di Sekolah Rakyat:
-
Edukasi Karakter Universal: Menanamkan rasa tanggung jawab dan kemandirian tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.
-
Pembiasaan Budaya Tertib: Mengadopsi prinsip negara maju yang menanamkan kedisiplinan menjaga kebersihan dan kepatuhan aturan sejak dini.
-
Inspirasi Masa Depan: Menjadikan taruna sebagai sosok penyemangat agar para siswa terpacu meraih cita-cita tinggi.
“Disiplin itu dimulai dari hal-hal kecil. Lihat negara-negara maju, masyarakatnya terbiasa menjaga kebersihan dan tertib karena karakter seperti itu sudah tertanam sejak dini. Kami ingin anak-anak yang sebelumnya belum memahami pentingnya disiplin, kini memiliki bekal yang lebih baik,” tambahnya.
Gandeng Elemen Masyarakat Songsong Indonesia Emas 2045
Melalui program pendampingan edukatif ini, Danjen Akademi TNI mengajak seluruh elemen masyarakat. Dan pemerintah daerah untuk bersama-sama menjaga serta mendukung keberlanjutan Sekolah Rakyat.
Dukungan kolektif ini di nilai penting agar anak-anak dari kelompok marjinal memiliki kesempatan. Dan hak tumbuh yang sama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Mari kita bangun Sekolah Rakyat ini bersama-sama. Dengan dukungan semua pihak, anak-anak ini akan memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh. Menjadi generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkas Letjen Wisnu.












