Jember, Jatimmandiri.id – Bupati Jember Muhammad Fawait mengapresiasi penyelenggaraan International Jember Marching Band Carnival (IJMC) ke-2 Tahun 2026 yang berlangsung pada 7–9 Agustus 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan Muhammad Fawait yang akrab disapa Gus Fawait saat menghadiri jamuan makan malam IJMC di Pendopo Wahyawibawagraha, Kamis malam (6/8/2026).
Menurut Gus Fawait, IJMC 2026 merupakan kejuaraan bertaraf internasional yang menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menghadirkan berbagai agenda berkualitas.
Tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, event berskala internasional tersebut diharapkan mampu memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, pariwisata, olahraga, seni, dan sektor lainnya.
Gus Fawait mengatakan, sepanjang 2026 Pemkab Jember terus mendorong penyelenggaraan berbagai event nasional dan internasional. Setiap kegiatan diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Event-event yang kita gelar dipastikan berdampak langsung, terutama pada pengembangan ekonomi sektor informal, UMKM, pedagang kecil, destinasi wisata, hingga tingkat hunian hotel di Jember. Kami berkomitmen menyelenggarakan event yang bermanfaat, baik untuk dunia olahraga, seni, maupun perekonomian daerah,” ujar Gus Fawait.
Jember Siapkan Event Internasional 2027
Gus Fawait menilai keberhasilan penyelenggaraan IJMC pertama menjadi bukti bahwa Jember memiliki kemampuan untuk menjadi tuan rumah kegiatan berskala internasional.
Atas dasar tersebut, Pemkab Jember mulai menyiapkan agenda yang lebih besar untuk 2027. Pemerintah daerah berencana menghadirkan sejumlah event internasional dengan melibatkan peserta dari sekitar 12 negara.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat promosi Jember di tingkat internasional sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.
“Kami ingin Jember dikenal sebagai daerah penyelenggara event internasional. Tahun 2027 kami menyiapkan kegiatan yang lebih besar dengan melibatkan sekitar 12 negara agar manfaat ekonomi dan promosi daerah semakin luas,” katanya.
Penyelenggaraan event internasional nantinya tidak hanya dipusatkan di kawasan perkotaan. Pemkab Jember juga berencana membawa sejumlah agenda ke berbagai destinasi wisata unggulan.
Salah satu kawasan yang disiapkan adalah Pantai Watu Ulo. Destinasi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi lokasi kegiatan sekaligus sarana memperkenalkan pariwisata Jember kepada masyarakat internasional.
“Beberapa event juga akan kami arahkan ke kawasan wisata seperti Watu Ulo, sehingga potensi wisata Jember dapat dikenal lebih luas di tingkat internasional,” tambah Gus Fawait.
IJMC Jadi Ikon Sport Tourism Jember
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana IJMC 2026, H. Tri Basuki, mengatakan penyelenggaraan kompetisi marching band internasional tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Jember sebagai destinasi event berskala dunia.
Menurutnya, IJMC juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi Jember di bidang seni, budaya, olahraga, dan pariwisata.
IJMC ke-2 Tahun 2026 digelar pada 7–9 Agustus 2026. Kompetisi tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara, termasuk peserta dari Thailand.
Peserta juga berasal dari sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Jember (Unej), Universitas Brawijaya Malang, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Surabaya, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Selain perguruan tinggi, kompetisi turut melibatkan peserta dari tingkat sekolah dasar, SMP, SMA, dan SMK di Jember. Peserta dari sejumlah daerah seperti Blitar, Tegal, Banyuwangi, Bondowoso, dan Surabaya juga ambil bagian.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan negara tersebut menjadikan IJMC sebagai salah satu agenda internasional yang masuk dalam kalender kegiatan Pemerintah Kabupaten Jember.
Sementara itu, President Asian Music Band Confederation (AMBC) Indonesia Sehat, Kurniawan Saiman, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan IJMC ke-2.
Menurut Kurniawan, penyelenggaraan IJMC memiliki keunikan tersendiri, terutama dalam konsep street parade yang dikemas secara teratur dan profesional.
“Sepanjang perjalanan, kami belum pernah melihat gelaran kejuaraan marching band di kota-kota lain, khususnya street parade, yang menjadi merek dan ditata begitu rapi sehingga menjadi percontohan bagi kota-kota lain,” ujarnya.
Kurniawan berharap IJMC dapat terus diselenggarakan karena telah memiliki standar internasional dan mulai menjadi salah satu ikon sport tourism Kabupaten Jember.
“Tinggal promosi saja yang perlu digencarkan lagi, baik melalui media sosial maupun media massa yang sangat diperlukan dalam pemberitaan event organizer IJMC ini,” katanya.
Ia juga memastikan AMBC siap membantu mempromosikan IJMC ke berbagai negara agar semakin banyak peserta internasional yang mengetahui keberadaan event tersebut.
“Selanjutnya tinggal promosinya saja. Nanti AMBC juga akan membantu promosi ke negara-negara lain bahwa event internasional sudah ada di Jember,” pungkasnya. (Lan/Fir)













