Jember, Jatimmandiri.id – Di tengah keterbatasan anggaran dan meningkatnya kebutuhan layanan kemanusiaan, Relawan Baret Rescue Jember terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui berbagai aksi sosial.
Salah satu layanan unggulannya adalah penyediaan ambulans gratis dengan slogan “Tanpa Mahar” bagi warga di wilayah Kabupaten Jember.
Selain melayani transportasi pasien, Baret Rescue juga aktif dalam kegiatan sosial lainnya, seperti santunan anak yatim, penanganan bencana, hingga berbagai aksi kemanusiaan yang dilakukan secara sukarela.
Ketua Baret Rescue Jember, David Handoko Seto, mengatakan pihaknya saat ini mengoperasikan empat armada ambulans yang dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa dipungut biaya selama tujuan perjalanan masih berada di wilayah Kabupaten Jember.
“Kami menyiapkan empat armada ambulans gratis tanpa mahar untuk masyarakat. Selama rute perjalanan masih di dalam wilayah Kabupaten Jember, kami tidak meminta biaya ataupun imbalan, baik mengantar pasien dari rumah ke rumah sakit maupun sebaliknya. Semuanya gratis,” ujar David.
Menurutnya, layanan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan akses transportasi kesehatan secara cepat dan mudah.
Luar Kota Hanya Dibebankan Biaya Operasional
David menjelaskan, Baret Rescue juga kerap melayani pengantaran pasien maupun jenazah ke luar Kabupaten Jember, seperti ke Banyuwangi, Bondowoso, Madura, Surabaya, Malang, hingga daerah lainnya.
Untuk perjalanan ke luar kota, pihaknya tidak menetapkan tarif jasa. Biaya yang dikenakan hanya sebatas kebutuhan operasional, seperti bahan bakar minyak (BBM), konsumsi pengemudi, dan biaya tol apabila melewati jalan tol.
“Kalau mengantar ke luar Jember, kami hanya membebankan biaya BBM, konsumsi sopir, dan tambahan biaya tol jika memang melewati jalan tol. Besarnya disesuaikan dengan jarak tempuh,” jelasnya.
Penambahan Armada Masih Terkendala Biaya
Meski kebutuhan ambulans terus meningkat, David mengaku penambahan armada belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Pasalnya, biaya operasional dan perawatan kendaraan cukup besar.
Ia mengungkapkan, setiap unit ambulans membutuhkan biaya operasional sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari, sehingga pengelolaan empat armada yang ada sudah memerlukan anggaran yang cukup besar.
“Ada keinginan menambah armada, tetapi untuk sementara belum memungkinkan karena biaya operasional dan perawatannya cukup tinggi,” katanya.
Relawan Mengabdi dengan Tulus
Salah seorang pengemudi ambulans Baret Rescue, Nugraha, mengatakan menjadi relawan merupakan panggilan kemanusiaan. Baginya, membantu masyarakat jauh lebih penting daripada mengejar keuntungan materi.
“Kami hanya ingin memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Jember. Soal rezeki sudah diatur oleh Tuhan. Kadang keluarga pasien memberi rokok sebagai bentuk terima kasih, tetapi jika melihat kondisi ekonomi mereka kurang mampu, kami juga sering menolaknya,” tuturnya.
Selama bertugas, Nugraha mengaku lebih sering bersiaga di wilayah Jember bagian selatan dan barat. Namun, ketika mengantar pasien rujukan ke RSUD dr. Soebandi atau RSD Balung, ia memilih tetap berada di sekitar rumah sakit untuk menunggu panggilan berikutnya atau membantu relawan lain yang membutuhkan dukungan.
Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus dijaga Relawan Baret Rescue menjadi bukti bahwa pelayanan kemanusiaan tetap dapat berjalan dengan baik meski di tengah berbagai keterbatasan. Melalui slogan “Tanpa Mahar”, Baret Rescue berharap dapat terus menghadirkan layanan yang cepat, humanis, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat Jember.(al/jen)












