Intisari Berita:
-
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melepas 1.537 anggota Kontingen Pramuka Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026 di Cibubur.
-
Pelaksanaan Jamnas XII pada 13–20 Agustus 2026 dinilai istimewa karena bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
-
Kontingen Jatim turut menyertakan 16 peserta Pramuka Berkebutuhan Khusus serta menghadirkan anjungan daerah sebagai etalase budaya Bumi Majapahit.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas 1.537 anggota Kontingen Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur yang akan berlaga pada Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta.
Pelepasan ribuan pandu muda ini ditandai dengan penyerahan bendera kontingen dan penyematan atribut di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (6/8/2026).
Keikutsertaan kontingen Jawa Timur dalam perhelatan akbar lima tahunan ini diproyeksikan sebagai ruang pembelajaran, wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, integritas, serta semangat kebangsaan bagi generasi muda pengganti tampuk kepemimpinan bangsa.
Momentum Strategis Bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Dalam arahannya, Gubernur Khofifah yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Timur menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kwartir Daerah (Kwarda) Jatim atas kesiapan optimal seluruh kontingen, baik yang hadir secara tatap muka maupun mengikuti via daring.
Khofifah menekankan bahwa Jamnas XII memiliki bobot nilai sejarah dan heroisme tersendiri karena jadwal pelaksanaannya bertepatan langsung dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Sungguh ini misi besar yang harus kita bangun di tengah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, karena dimulai tanggal 13 Agustus dan diakhiri 20 Agustus, di tengah-tengahnya ada 17 Agustus Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat heroisme, semangat nasionalisme, semangat persatuan dan kesatuan, saya mohon ini dipegang kuat oleh seluruh kontingen Jawa Timur,” tegas Khofifah.
Menurutnya, Jambore Nasional bukan sekadar perkemahan besar, melainkan konsolidasi kebangsaan antar-anak bangsa dari seluruh penjuru tanah air guna mengokohkan fondasi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesan Nilai Kebhinekaan dan Jaga Kesehatan
Mengingat intensitas kegiatan Jamnas yang cukup padat dan berlangsung relatif panjang di Bumi Perkemahan Cibubur, Khofifah menitipkan pesan khusus agar para anggota kontingen senantiasa menjaga stamina, fisik, serta ketertiban selama berada di perkemahan.
“Karena waktunya sangat panjang, jaga kesehatan, jaga stamina. Pesan saya jaga kekompakan untuk membawa Jawa Timur Bumi Majapahit, yang menyemai persaudaraan, menyemai Bhinneka Tunggal Ika dan menjadi referensi bangsa dan negara hari ini,” imbuhnya.
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga berpesan kepada para pembina pendamping agar membimbing seluruh peserta agar senantiasa menampilkan budi pekerti yang santun, berintegritas, serta mampu mempromosikan keramahan khas warga Jawa Timur.
Sertakan Pramuka Berkebutuhan Khusus dan Anjungan Budaya
Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur H.M. Arum Sabil merinci total rombongan kontingen daerah yang berangkat mencapai 1.537 orang. Jumlah tersebut mencakup 16 peserta Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK) beserta 12 pembina pendampingnya.
Sebagai nilai tambah, Kwarda Jatim juga mendirikan Anjungan Daerah di arena perkemahan Cibubur. Anjungan ini berfungsi sebagai etalase kebudayaan yang menampilkan ragam seni, tradisi, dan potensi unggulan Bumi Majapahit kepada seluruh peserta se-Indonesia.
“Dari Bumi Majapahit mari kita mengantarkan tunas bangsa menuju bumi perkemahan Cibubur, membawa kebanggaan dan kehormatan sebagai Kwartir Jawa Timur. Berangkatlah sebagai duta terbaik Jawa Timur, maka tinggalkanlah jejak akhlak, persaudaraan dan prestasi yang baik, karena pramuka hari ini adalah pemimpin Indonesia di masa depan,” tutup Arum Sabil.












