Jatimmandiri.id – Timnas Brasil memastikan diri sebagai juara Grup C Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Skotlandia di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Amerika Serikat, Rabu (24/6/2026) waktu setempat.
Kemenangan tersebut semakin istimewa berkat penampilan gemilang Vinicius Junior yang mencetak dua gol sekaligus mengukir catatan sejarah baru bersama Selecao. Sementara satu gol lainnya disumbangkan Matheus Cunha.
Laga ini juga menjadi momen emosional bagi publik Brasil karena Neymar akhirnya kembali tampil bersama tim nasional setelah absen selama tiga tahun akibat cedera dan proses pemulihan panjang.
Brasil langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Baru tujuh menit laga berjalan, Vinicius Junior berhasil membuka keunggulan setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Skotlandia.
Penyerang Real Madrid itu dengan tenang melewati kiper Angus Gunn sebelum menceploskan bola ke gawang kosong.
Vinicius sempat mencetak gol kedua pada menit ke-22. Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah tinjauan VAR menyatakan terjadi pelanggaran terhadap bek Skotlandia, Jack Hendry.
Meski demikian, Brasil tetap mampu menggandakan keunggulan menjelang turun minum.
Pada masa injury time babak pertama, Matheus Cunha berhasil merebut bola dari kesalahan umpan pemain Skotlandia. Bola kemudian dikirim Bruno Guimaraes ke kotak penalti dan disambut sundulan Vinicius yang tak terkawal untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Memasuki babak kedua, Skotlandia mencoba bangkit. Peluang emas sempat diperoleh Scott McTominay melalui sundulan di depan gawang. Namun, kiper Alisson Becker masih mampu mengamankan bola dengan baik.
Brasil justru kembali menambah gol pada menit ke-60. Berawal dari duel yang dimenangkan Bruno Guimaraes di lini tengah, Matheus Cunha menerima bola di area pertahanan Skotlandia yang terbuka dan melepaskan penyelesaian sempurna untuk membawa Brasil unggul 3-0.
Skor tersebut bertahan hingga pertandingan usai dan memastikan Brasil melaju ke fase gugur sebagai pemuncak klasemen Grup C.
Selain kemenangan telak, sorotan utama pertandingan tertuju pada Vinicius Junior.
Pemain berusia 25 tahun itu kini menjadi pemain Brasil kelima yang mampu mencetak gol dalam tiga pertandingan fase grup Piala Dunia secara beruntun.
Ia menyamai prestasi para legenda Brasil seperti Jairzinho pada Piala Dunia 1970, Romario pada 1994, serta Ronaldo dan Rivaldo pada edisi 2002. Menariknya, Brasil berhasil menjadi juara dunia pada seluruh edisi ketika rekor tersebut tercipta.
Pelatih Brasil Carlo Ancelotti memberikan pujian tinggi kepada anak asuhnya tersebut.
“Saya sangat senang dengan perkembangannya. Bermain untuk tim nasional membuatnya bahagia dan dia melakukan pekerjaan yang luar biasa. Vinicius adalah salah satu pemain terbaik di dunia,” ujar Ancelotti.
Sejak ditangani Ancelotti sekitar 13 bulan lalu, performa Vinicius bersama tim nasional memang meningkat signifikan.
Setelah hanya mencetak enam gol dalam 39 pertandingan bersama pelatih sebelumnya, kini ia telah mengoleksi tujuh gol dari 13 laga di bawah arahan pelatih asal Italia tersebut.
Kebahagiaan suporter Brasil semakin lengkap ketika Neymar masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-76. Penampilan tersebut menjadi laga internasional pertamanya sejak tahun 2023.
Kiper Brasil, Alisson Becker, mengaku puas dengan perkembangan timnya setelah hasil kurang maksimal pada laga pembuka fase grup.
“Target kami adalah lolos ke babak berikutnya. Kami memang tidak bermain baik pada pertandingan pertama, tetapi kini pertahanan semakin solid, kami tidak kebobolan dalam dua laga terakhir dan produktif dalam mencetak gol. Kepercayaan diri tim terus meningkat,” kata Alisson.
Dengan hasil ini, Brasil berhak melaju ke babak 32 besar dan akan menghadapi runner-up Grup F yang diperkirakan antara Jepang atau Belanda.
Sementara itu, peluang Skotlandia untuk lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik semakin menipis. Mereka kini harus menunggu hasil pertandingan dari grup lain untuk mengetahui nasibnya di Piala Dunia 2026.












