Kediri, Jatimmandiri.id – Atmosfer Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri mendadak riuh dan sarat energi, Sabtu (18/7/2026).
Sebanyak 319 atlet pencak silat dari berbagai perguruan dan kategori usia resmi berlaga dalam Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026.
Kompetisi bergengsi ini berlangsung atraktif selama dua hari hingga Minggu (19/7/2026).
Bukan sekadar perebutan medali biasa, ajang ini merupakan langkah taktis Pengurus Kabupaten (Pengkab) IPSI Kediri dalam memetakan bakat-bakat potensial.
Turnamen ini diproyeksikan sebagai kawah candradimuka sekaligus tolok ukur kesiapan kontingen Kediri menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur 2027 mendatang.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan dihadiri langsung oleh Ketua Umum KONI Kabupaten Kediri serta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri yang hadir mewakili Bupati Kediri.
Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Kediri menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang konsisten menghidupkan ekosistem pencak silat.
Ia menegaskan bahwa pencak silat bukan hanya warisan budaya yang wajib dijaga, melainkan juga lumbung prestasi olahraga yang harus terus dipupuk.
“Kejuaraan ini merupakan tolok ukur pembinaan atlet kita. Saya berharap ajang ini mampu melahirkan bibit-bibit unggul yang nantinya siap mengharumkan nama Kabupaten Kediri di ajang Porprov X Jawa Timur 2027 nanti,” ujar Sekda Solikin saat membacakan sambutan Bupati.
Senada dengan visi tersebut, Ketua Umum KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadiyansah Parnata, menegaskan dukungan penuhnya terhadap kontinuitas turnamen ini.
Bagi KONI, salah satu kunci sukses mencetak juara adalah memperbanyak jam terbang atlet di arena resmi guna mengasah mental bertanding mereka.
“Dengan 319 atlet yang berpartisipasi, ini menunjukkan animo dan kualitas pembinaan pencak silat di Kabupaten Kediri sangat positif. Kami akan terus memantau perkembangan atlet-atlet yang potensial agar dapat dipersiapkan lebih matang untuk target emas di Porprov 2027,” ungkap dia.
Sepanjang dua hari kompetisi, para pesilat tangguh ini saling berhadapan di berbagai nomor kategori, mulai dari keindahan jurus pada kategori Seni hingga adu fisik dan taktik pada kategori Tanding.
Dukungan moral juga terus mengalir deras dari bangku tribun. Ratusan penonton dan suporter tampak memadati area Convention Hall SLG.












