Malang, Jatimmandiri.id – Gelombang optimisme menyelimuti dunia seni bela diri di Kabupaten Malang.
Kepengurusan baru Pengurus Kabupaten (Pengkab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Malang periode 2026-2030 resmi dilantik oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Jawa Timur pada Sabtu (4/7) di NK Cafe, Malang.
Momen pelantikan ini tak sekadar seremoni, melainkan menjadi titik tolak kebangkitan prestasi pencak silat di wilayah tersebut.
Bupati Malang, Drs H M Sanusi, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyambut hangat lahirnya nakhoda baru di tubuh IPSI Kabupaten Malang.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pencak silat memiliki dimensi yang jauh lebih dalam daripada sekadar kompetisi fisik.
“Selamat mengemban tugas. Saya titip, bina atlet dan lingkungannya dengan baik. Karena pencak silat tidak hanya olahraga, tapi juga pembinaan mental. Insan pencak silat tidak boleh arogan,” tegas Sanusi di hadapan para pengurus.
Bupati Sanusi kemudian membawa suasana menjadi lebih hangat dengan membagikan memori masa mudanya saat berlatih pencak silat.
Ia menceritakan bagaimana seni bela diri ini berevolusi secara makna di matanya.
“Dulu pencak silat itu untuk memperisai diri. Sekarang lebih ke pembentukan karakter. Karena bisa memberi rasa percaya diri,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengenang masa-masa mempelajari ilmu rapalan dan berbagai jurus semata-mata untuk perlindungan diri, bukan untuk mencari musuh.
“Saya tidak pernah takut pada apapun kecuali takut kepada Sang Khaliq, Maha Kuasa. Inilah yang dinamakan pembentukan karakter,” tutup Sanusi dengan senyum khasnya.
Estafet kepemimpinan IPSI Kabupaten Malang kini resmi dipegang oleh Zia’UlHaq.
Ia dilantik secara langsung oleh Ketua Harian Pengprov IPSI Jawa Timur, Hoslih Abdullah, yang hadir mewakili Ketua Umum Pengprov IPSI Jatim, Ir H Bambang Harjo Soekartono MIPol.
Menghadapi masa bakti empat tahun ke depan, Zia’UlHaq langsung menggebrak dengan mencanangkan tiga komitmen utama.
Yakni, guyub, prestasi, dan larakter. Konsep guyub ditekankan untuk meleburkan segala perbedaan antarperguruan silat di Kabupaten Malang.
“Beda baju boleh, tapi kalau pakai logo IPSI yang hanya satu, kita bertekad menuju yang nomor satu saat Porprov,” ujar Zia’UlHaq.
Terkait komitmen prestasi, Zia’UlHaq tak ragu mematok target tinggi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027 mendatang.
“Target kami 10 emas di Porprov Jatim harus bisa direbut. Untuk itu wajib dilajukan pembinaan yang bagus mulai dari usia dini sebagai bukti bagusnta kualitas masyarakat Kabupaten Malang,” tuturnya.
Selain mengejar medali, ia juga menegaskan bahwa esensi utama pembinaan adalah pembentukan moral.
“IPSI bukan tempat mencetak pendekar arogan, tapi mencetak pendekar yang berkarakter.”
Guna merealisasikan visi tersebut, Zia’UlHaq berharap adanya dukungan dana hibah yang berkesinambungan dari KONI Kabupaten Malang.
Ia juga menggulirkan gagasan agar pencak silat dapat diadopsi sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di sekolah-sekolah, sebuah usulan yang langsung dilemparkannya dalam forum audiensi.
Langkah ambisius Kabupaten Malang mendapat atensi khusus dari Ketua Harian IPSI Jawa Timur, Hoslih Abdullah.
Dalam kesempatan tersebut, Hoslih memaparkan agenda strategis IPSI Jatim menuju PON, termasuk pengiriman atlet juara Kejurprov dan pesilat Puslatda mandiri ke ajang Indonesian Open pada Agustus, serta Kejurprov Piala Gubernur Jatim pada Oktober mendatang.
Secara khusus, Hoslih membakar semangat kontingen Kabupaten Malang untuk berani mematahkan dominasi Kota Surabaya di arena Porprov.
“Prestasi Kabupaten Malang di Porprov lalu 3 emas 3 perak, di bawah Surabaya yang 5 emas. Karena itu harus semangat berlatih dan wajib merangkul semua perguruan silat di Kabupaten Malang, kalau ingin mengejar prestasi Surabaya,” kata Hoslih.
Ia juga menitipkan pesan kepada jajaran KONI setempat terkait posisi vital pencak silat.
“Pencak silat satu-satunya cabor yang merupakan warisan budaya bangsa. Jadi mohon secara khusus lebih diperhatikan,” tambahnya.
Gayung bersambut. Ketua DPRD sekaligus Ketua KONI Kabupaten Malang, H Darmadi, merespons positif target dan tantangan tersebut.
“Kami berharap IPSI Kabupaten Malang mencetak prestasi yang membanggakan dan terus meningkat,” ujar Darmadi.
Darmadi kemudian mengungkapkan instruksi spesifik dari Bupati terkait peta persaingan Porprov mendatang yang dinilai sangat rasional namun tetap menantang.
“Pak Bupati minta target di Porprov mendatang Kabupaten Malang juara umum kedua. Sebab juara umum kedua itu sama dengan juara umum Porprov, karena sulit menggeser Surabaya yang selama ini juara umum Porprov. Apalagi pada Porprov mendatang Surabaya tuan rumah,” jelasnya.
Untuk mewujudkan skenario tersebut, Darmadi berkomitmen untuk memperjuangkan porsi anggaran yang proporsional kepada Bupati Sanusi, demi menunjang kesiapan seluruh cabang olahraga di Kabupaten Malang.
“Seluruh cabor sudah bertekad untuk merebut gelar juara umum,” pungkas Darmadi, menutup acara dengan sinyal kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, KONI, dan insan pencak silat.












