Aichi, Jatim Mandiri
Kesuksesan Nurisa Dian Ashrifah mengukir sejarah dengan meraih emas pertama Indonesia dari panahan di Asian Games langsung membuka jalan menuju ajang lebih besar. Kemarin (30/1), Perpani langsung memproyeksikan Nurisa menuju kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
Ketua Umum PB Perpani Arsjad Rasjid menyebut prestasi Nurisa sebagai sejarah baru bagi panahan Indonesia setelah melewati persaingan ketat. “Itu sejarah bagi panahan Indonesia. Nurisa tampil tenang, konsisten, dan mampu melewati lawan-lawan kuat hingga final,” ujar Arsjad.
Nurisa yang akrab disapa Hani berstatus unggulan kedelapan. Pada perempat final, dia menyingkirkan unggulan pertama asal India, Chikitha Taniparthi. Hani kemudian mengalahkan unggulan keempat Korea Selatan Yeonseo Kang pada semifinal. Di final, dia menundukkan pemanah Filipina Amaya Amparo Cojuangco dengan skor 139-137.
Arsjad menilai keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan atlet Indonesia bersaing di level tertinggi Asia. “Tugas kami berikutnya adalah menjaga konsistensi dan terus memperkuat pembinaan agar prestasi itu dapat berlanjut,” katanya.
Manajer Timnas Panahan Indonesia Aziz Armand menyebut kemenangan Hani mencerminkan kesiapan atlet dan kerja solid tim selama persiapan. “Nurisa menghadapi lawan-lawan unggulan sejak fase gugur dan tetap mampu menjaga fokus sampai final,” ujar Aziz.
Raihan tersebut menjadi emas pertama Indonesia dari panahan sepanjang sejarah Asian Games. Sebelumnya, prestasi terbaik Indonesia di cabang itu adalah medali perak pada Asian Games 1984, 1994, dan 2018.
Perpani kini menyiapkan komposisi atlet compound untuk kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. Wakil Ketua Umum II Perpani Abdul Razak mengatakan federasi mencari atlet putra terbaik sebagai pasangan Hani pada nomor mixed team.
“Divisi compound pada Olimpiade yang akan datang sudah dilombakan. Jadi, kami mencari pasangan putranya, baru kami mixed team,” kata Abdul Razak. Menurut dia, emas individu Hani belum memberikan tiket Olimpiade karena nomor tersebut tidak dipertandingkan di Los Angeles.
“Kami akan memprioritaskan Hani karena sudah tidak lagi kami prioritaskan pada SEA Games, tetapi sudah diproyeksikan bagaimana tiket Olimpiade,” ujarnya. Perpani akan memperkuat latihan, kompetisi, dan pembinaan untuk membentuk pasangan compound campuran yang kompetitif menuju Los Angeles 2028. (ant/ibn)












