Aichi, Jatim Mandiri
Kontingen Indonesia harus puas dengan tambahan satu emas dari tiga partai final pada Asian Games 2026, Kamis (1/10). Nurisa Dian Ashrifah menjadi penentu tambahan emas, sementara tim MLBB meraih perak dan Aditya Tri Syahria gagal setelah false start di final panjat tebing speed putra.
Nurisa memastikan emas kelima Indonesia setelah mengalahkan pemanah Filipina Amaya Amparo Cojuangco dengan skor 139-137 pada final compound perorangan putri di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose, Aichi.
Kemenangan tersebut mencetak sejarah baru. Nurisa menjadi atlet Indonesia pertama yang meraih emas panahan sepanjang keikutsertaan Indonesia di Asian Games. Ia tampil tenang sepanjang final. Anak panah penentu yang menancap di angka 10 memastikan kemenangan sekaligus membawa Indonesia mencapai target emas yang ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, tim MLBB Indonesia harus puas dengan medali perak setelah kalah 0-4 dari Myanmar pada final di Aichi Sky Hall, Nagoya. Hasil berbeda terjadi pada final panjat tebing speed putra. Aditya Tri Syahria gagal menyelesaikan perlombaan setelah melakukan false start di Portmesse Nagoya Exhibition Hall 1.
Aditya sebelumnya lolos ke final setelah mencatat waktu 4,786 detik pada semifinal. Namun, kesalahan pada awal perlombaan membuatnya gagal menambah medali bagi Indonesia. Wakil Indonesia lainnya, Veddriq Leonardo juga tersingkir di semifinal dengan catatan 4,95 detik. Emas nomor tersebut akhirnya diraih wakil China Shouhong Chu.
Dengan hasil tiga final tersebut, Indonesia mengoleksi lima emas, tujuh perak, dan 21 perunggu. Lima emas Indonesia berasal dari Nurisa, beregu putra bulu tangkis, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Rahmat Erwin Abdullah, serta Desak Made Rita Kusuma Dewi.
“Alhamdulillah, target Indonesia terpenuhi,” ujar Menpora Erick Thohir. (ibn)












