Intisari Berita:
- BASARNAS bersama TNI AL memberangkatkan 15 personel gabungan potensi SAR Jawa Timur menuju NTT via KRI dr Soeharso dari Dermaga Mako Armada II Surabaya.
- Relawan berasal dari SAR MTA (9 orang), Yayasan Seribu Senyum (4 orang), dan Rumah Zakat (2 orang) dengan membawa armada ambulans, rescue, serta logistik.
- Kantor SAR Kelas A Surabaya menegaskan pentingnya sinergi potensi SAR dalam memperkuat tanggap darurat bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) melalui Kantor SAR Kelas A Surabaya resmi memfasilitasi keberangkatan 15 personel potensi SAR lintas organisasi ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026).
Pengerahan personel ini ditujukan untuk memperkuat penanganan tanggap darurat dampak bencana yang melanda wilayah kepulauan tersebut.
Pemberangkatan tim kemanusiaan dilepas secara langsung oleh jajaran pejabat Kantor SAR Surabaya dari Dermaga Mako Armada II Surabaya sekitar pukul 13.00 WIB.
Rombongan bertolak menempuh perjalanan laut dengan menumpang kapal rumah sakit milik TNI Angkatan Laut, KRI dr Soeharso, bersama unsur prajurit TNI AL dan berbagai komponen pendukung lainnya.
Kolaborasi 3 Organisasi Potensi SAR dan Kesiapan Armada Operasional
Sebanyak 15 relawan yang dikirimkan merupakan gabungan representasi dari tiga entitas potensi SAR yang memiliki kompetensi teknis di lapangan:
- SAR Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA): Menerjunkan 9 personel
- Yayasan Seribu Senyum: Mengirimkan 4 personel
- Rumah Zakat: Menerjunkan 2 personel
Tak sekadar menyiagakan kekuatan fisik personel, masing-masing organisasi turut membawa unit kendaraan taktis operasional yang dimuat ke dalam lambung kapal perang.
Armada pendukung tersebut meliputi kendaraan penyelamat (rescue car), armada ambulans medis, hingga kendaraan pengangkut suplai logistik darurat.
Peran Strategis Potensi SAR dalam Manajemen Bencana Nasional
Kasi Sumber Daya SAR Kantor SAR Kelas A Surabaya, Wahyu Tri Agung P.H., menegaskan bahwa kemitraan strategis dengan TNI Angkatan Laut merupakan wujud nyata integrasi lintas instansi dalam merespons panggilan darurat kemanusiaan di Tanah Air.
“BASARNAS bekerja sama dengan TNI AL untuk memfasilitasi keberangkatan para potensi SAR yang akan menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah terdampak bencana di NTT,” kata Wahyu.
Wahyu menambahkan, keterlibatan aktif kelompok masyarakat sipil dan relawan binaan merupakan pilar utama dalam memperkuat daya jangkau operasi SAR nasional saat menghadapi eskalasi bencana berskala besar.
“Keberadaan potensi SAR menjadi bagian penting dalam memperkuat sumber daya yang dapat dikerahkan untuk mendukung operasi SAR maupun penanganan dampak bencana lainnya,” tambahnya.
Keselamatan Personel Jadi Prioritas hingga Masa Tanggap Darurat Tuntas
Sementara itu, Kasi Operasi dan Siaga SAR Kantor SAR Kelas A Surabaya, Didit Arie Ristandy, memberikan pesan khusus kepada seluruh jajaran relawan yang diberangkatkan agar selalu disiplin menerapkan standar keselamatan di zona bencana.
“Kami berharap rekan-rekan potensi SAR yang berangkat dapat melaksanakan misi dengan baik, tetap mengutamakan keselamatan, dan dapat membantu masyarakat hingga masa tanggap darurat selesai,” ungkap Didit.
Pengiriman tim gabungan ini menegaskan soliditas kolaborasi antarlembaga, di mana sinergi antara pemerintah, aparat pertahanan.
Dan potensi masyarakat sipil menjadi kunci efektivitas percepatan penanganan serta pemulihan masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur.












