BeritaDalam Negeri

Aksi Sumpah Pemuda Soroti Karhutla dan Kesejahteraan

Editor: ibn
×

Aksi Sumpah Pemuda Soroti Karhutla dan Kesejahteraan

Sebarkan artikel ini
Di bawah guyuran hujan, ratusan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di Depan Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (28/10) Foto: Ketik.com
Example 468x60

Surabaya, Jatim Mandiri

Mahasiswa, buruh, petani, dan masyarakat sipil menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah daerah pada peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda, Rabu (28/10). Mereka menyuarakan tuntutan terkait perlindungan lingkungan, pendidikan, kesejahteraan rakyat, reformasi hukum, dan tata kelola pemerintahan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Di Jakarta, Polda Metro Jaya mencatat 53 aksi penyampaian aspirasi di sejumlah titik, termasuk Bundaran HI, kawasan parlemen, Monas, dan Tugu Tani. Sebanyak 1.249 personel kepolisian disiagakan untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas.

Massa di Bundaran HI membawa lima tuntutan utama, yakni perlindungan lingkungan, penguatan ekonomi, akses pendidikan dan layanan dasar, reformasi hukum dan tata kelola pemerintahan, serta penegakan hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi.

Isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu sorotan utama aksi di berbagai daerah. Di Tasikmalaya, mahasiswa menuntut pertanggungjawaban atas karhutla di Kalimantan. Sejumlah mahasiswa bahkan sempat menerobos pagar dan penjagaan untuk memasuki Gedung DPRD Kota Tasikmalaya. Mereka kemudian mundur secara bertahap dan melanjutkan orasi di halaman gedung.

Sementara itu, massa di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendesak penetapan status bencana nasional untuk karhutla di Kalimantan, Papua, dan Sumatera. Ketua BEM Universitas Pendidikan Mandalika Mataram, Hasbullah, menyoroti bencana karhutla yang terus berulang. “Ini ada peran oligarki demi kepentingan kelompok mereka semata,” ujarnya saat berorasi di depan Gedung DPRD NTB.

Koordinator Umum Aksi Demonstrasi NTB, Hanan Wahyuda, menegaskan tuntutan yang disampaikan bukan sekadar aksi musiman. “Kami membawa dua poin penekanan isu, baik nasional maupun daerah,” ujarnya.

Hanan juga mendesak evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Jika tidak bisa dievaluasi, lebih baik dihentikan saja karena berpotensi sarat monopoli dan merugikan masyarakat,” kata Hanan.

Baca Juga  Menguji Hipotesis Atlantis di Laut Jawa

Massa NTB meminta DPRD Provinsi NTB melibatkan perwakilan aliansi dalam rapat paripurna pada 12 November. “Ya kami akan ikut paripurna membahas program pemerintahan. Kalau tidak kami akan aksi lagi,” tandas Hanan.

Di Jatim, gabungan mahasiswa dan petani muda dari Kota dan Kabupaten Pasuruan yang tergabung dalam Akar Runjam menggelar aksi. Mereka menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Aksi juga dilakukan ratusan mahasiswa di depan Gedung DPRD Kota Malang.

Sementara itu, Surabaya dilaporkan kondusif. Peringatan Sumpah Pemuda berlangsung khidmat di Balai Kota dan sejumlah instansi pemerintahan tanpa aksi besar yang menutup jalur protokol.

Di Semarang, mahasiswa dan masyarakat sipil menyuarakan stabilisasi harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). Mereka juga menuntut pengembalian TNI dan Polri pada fungsi masing-masing, evaluasi Proyek Strategis Nasional, penyelesaian konflik agraria, pemulihan wilayah terdampak karhutla, serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Menanggapi aksi tersebut, Badan Komunikasi Pemerintahan menyatakan pemerintah akan terus terbuka terhadap masukan masyarakat. Di sisi lain, Polda Jatim mengajak generasi muda menggunakan media sosial secara bijak dan menjaga persatuan dalam momentum peringatan Sumpah Pemuda ke-98.

“Jadi ada 53 aksi penyampaian aspirasi dan 24 kegiatan masyarakat lainnya di DKI Jakarta,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto. Dia menyatakan sejumlah lokasi yang menjadi perhatian pengamanan, antara lain kawasan Bundaran HI, Gedung UOB, Gedung MPR dan DPR RI, Silang Selatan Monas, dan Tugu Tani. Dia mengimbau peserta aksi agar tidak melibatkan atau mengeksploitasi anak di bawah umur dalam demonstrasi. Kepolisian juga melakukan patroli dan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) untuk mengantisipasi pihak yang berniat memicu kerusuhan. (ibn)

Baca Juga  Mahasiswa Geruduk DPRD Surabaya, Tolak Kenaikan BBM hingga Tuntut Audit Program MBG
Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Di balik terumbu karang Gosong Gia, pertanyaan penting bagi penelitian arkeologi bukan hanya apakah terdapat batuan…

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Film dokumenter The Longest Wait yang mengangkat perjalanan Timnas Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 mulai tayang…