Surabaya, Jatim Mandiri
Kontingen Indonesia menutup Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang di peringkat delapan, dengan 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu. Pencapaian ini tak lepas dari kontribusi enam atlet Jatim yang menyumbangkan 13 medali.
Ke-13 medali yang disumbangkan atlet Jatim tersebut terdiri atas dua emas, lima perak, dan enam perunggu.
Perenang asal Magetan, Maulana Rifky Yavianda, menjadi penyumbang utama dengan dua emas dan dua perak. Ia meraih emas nomor 100 meter gaya bebas putra S12 dengan catatan 55,34 detik. Maulana juga meraih emas pada nomor 100 meter gaya punggung S12 dengan waktu 1 menit 3,07 detik. Catatan tersebut sekaligus memecahkan rekor Asia dan Asian Para Games.
Kontribusi lainnya datang dari Ken Swagumilang asal Sidoarjo yang meraih dua perak para panahan. Nanda Mei Sholihah asal Kediri menyumbangkan dua perunggu para atletik, sedangkan Khalimatus Sa’diyah asal Mojokerto meraih dua perunggu para bulu tangkis.
Dari para renang, Mutiara Cantik Harsanto asal Nganjuk, mempersembahkan satu perak dan satu perunggu. Zahra Nur Azizah asal Malang turut menyumbangkan perunggu melalui nomor estafet gaya ganti campuran 4 x 100 meter.
Secara keseluruhan, Indonesia mengoleksi 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu. Raihan tersebut melampaui target awal pemerintah, yakni tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu.
“Ini berkat kerja sama yang solid antara NPC, atlet, para pelatih, dan juga para pendukung lainnya. Dengan kekompakan ini, soliditas ini, akhirnya kita bahu-membahu di pertandingan,” kata Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia Reda Manthovani. Meski memenuhi target, Indonesia perlu mengevaluasi capaian tersebut karena berada di bawah peringkat keenam Asian Para Games 2022 di Hangzhou. (*/ibn)












