Wamena, Jatim Mandiri – Kantor Sekretariat DPD RI Papua Pegunungan berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jayawijaya mengadakan kegiatan donor darah pada 17 Oktober. Kegiatan di Kantor Sekretariat DPD RI Papua Pegunungan itu digelar dalam rangka memperingati HUT ke-22 DPD RI tahun 2026, sekaligus membantu memperkuat ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Anggota Komite III DPD RI Perwakilan Papua Pegunungan, Arianto Kogoya, membuka kegiatan secara langsung. Sekitar 50 orang tercatat menjadi pendonor dalam kegiatan tersebut. PMI Kabupaten Jayawijaya dilibatkan agar darah yang terkumpul dapat dikelola untuk mendukung persediaan dan pelayanan bagi masyarakat.
Kepala Sekretariat DPD RI Papua Pegunungan, Ladangkang Ayuhyusti Ladangkang, mengatakan kolaborasi dengan PMI dilakukan agar hasil donor dapat segera disimpan dan dipergunakan. Ia menyebut kegiatan serupa telah rutin dilaksanakan sejak 2025, bertepatan dengan momentum peringatan HUT DPD RI.
“Kami bersama dengan PMI Kabupaten Jayawijaya melaksanakan kegiatan donor darah dalam rangka HUT ke-22 DPD RI tahun 2026. Semoga hasil darah yang diperoleh ini dapat dipergunakan sebagaimana mestinya bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Ayuhyusti.
Menurut dia, kebutuhan darah untuk membantu penanganan berbagai kasus menjadi alasan kegiatan kemanusiaan tersebut kembali dilaksanakan. Donor darah, lanjutnya, merupakan tindakan sosial untuk membantu menjaga ketersediaan darah bagi warga yang membutuhkan di Papua Pegunungan.
Ketua PMI Kabupaten Jayawijaya, Ludya E Logo, menyambut baik kegiatan yang diadakan Sekretariat DPD RI Papua Pegunungan. Ia menyampaikan bahwa dukungan pendonor membantu PMI menjaga persediaan darah, terutama untuk memenuhi kebutuhan pelayanan di RSUD Wamena.
“Kebutuhan darah memang sangat tinggi sekali di RSUD Wamena, dan kegiatan semacam ini sangat membantu PMI dalam persediaan darah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ludya. Ia menjelaskan, rumah sakit tersebut melayani pasien dari Jayawijaya dan tujuh kabupaten lain di Papua Pegunungan.
Kebutuhan darah di RSUD Wamena mencapai 150 kantong setiap bulan. Ludya berharap kegiatan donor darah oleh Kantor Sekretariat DPD RI Papua Pegunungan dapat terus dilakukan. Persediaan darah diperlukan untuk mendukung pelayanan kepada pasien yang berasal dari berbagai wilayah tersebut.
Arianto mengatakan donor darah juga dilaksanakan secara serempak di 38 provinsi di Indonesia dalam rangka HUT ke-22 DPD RI tahun 2026. Ia menilai kegiatan itu penting untuk membantu sesama sekaligus berkaitan dengan kesehatan pendonor.
“Kegiatan donor darah ini sangat penting, selain memberikan bantuan kemanusiaan bagi saudara-saudara yang membutuhkan, tetapi juga dapat membantu diri sendiri untuk sehat,” kata Arianto. Ia menambahkan, calon pendonor terlebih dahulu menjalani pemeriksaan tekanan darah untuk mengetahui kesiapan sebelum darah diambil.
“Anggaplah donor darah ini cek kesehatan gratis, karena sebelum darah diberikan itu harus dicek tekanan darah, apakah siap atau tidak. Setelah siap, barulah darahnya akan diambil atau donor,” ujarnya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-22 DPD RI, dengan Sekretariat DPD RI Papua Pegunungan dan PMI Kabupaten Jayawijaya bekerja sama membantu ketersediaan darah di wilayah Papua Pegunungan.












