BeritaJatim

Jatim Tambah Lima Ton Beras

×

Jatim Tambah Lima Ton Beras

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kiri) saat menerima keluh kesah warga terdampak gempa di Benteng Jawa, Manggarai Timur, NTT, Selasa (25/8). Dalam kunjungan itu, Khififah banyak berbincang dengan anak-anak, ibu-ibu, dan warga lanjut usia.
Example 468x60

Surabaya, Jatim Mandiri

Pemprov Jatim dijadwalkan mengirim tambahan lima ton beras hari ini (26/8) untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak gempa di Benteng Jawa, Manggarai Timur, NTT. Bantuan disiapkan setelah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau pengungsian dan mendengarkan langsung kebutuhan warga.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Tambahan beras akan dikirim menggunakan kapal yang dijadwalkan menuju wilayah tersebut. Pengiriman itu menindaklanjuti laporan pemerintah setempat mengenai kebutuhan pangan di lokasi pengungsian.

“Pak Camat tadi menyampaikan ada kebutuhan tambahan beras. Tanggal 26 nanti ada kapal ke sini, jadi Jatim insya Allah akan menambah beras lima ton lagi,” kata Khofifah dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Selasa (25/8).

Sebelumnya, Pemprov Jatim telah menyalurkan bantuan kemanusiaan dan tanggung jawab sosial perusahaan sebanyak 52,9 ton senilai Rp2,28 miliar. Bantuan meliputi pangan, obat-obatan, perlengkapan higiene, kebutuhan bayi dan anak, tenda, terpal, serta kompor.

Dukungan juga diberikan melalui layanan kesehatan. Pemprov Jatim mengirim tujuh dokter dari RSUD Dr Soetomo ke RSUD Ruteng sejak 17 Agustus 2026, kemudian menambah dokter dan perawat pada 22 Agustus.

Selain itu, empat tenaga layanan dukungan psikososial disiapkan untuk mendampingi anak-anak terdampak gempa. Dalam kunjungannya, Khofifah menyapa warga, melihat kondisi pengungsian, dan mendengarkan kebutuhan para korban. Ia juga berbincang dengan anak-anak, ibu-ibu, dan warga lanjut usia.

Saat melihat sejumlah anak bermain ular tangga, Khofifah bergabung dan mengajak mereka bermain bersama. “Ayo siapa yang bisa bermain ular tangga? Ke sini kita bermain bersama,” katanya.

Di sela permainan, Khofifah menanyakan aktivitas dan kebutuhan anak-anak selama tinggal di pengungsian. Perhatian terutama diarahkan pada perlengkapan sekolah yang mereka perlukan ketika kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal.

Baca Juga  Final Piala Dunia 2026: Pimpinan DPRD Jatim Prediksi Argentina Juara

“Kalau sudah waktunya masuk sekolah, anak-anak mungkin butuh tas dan sepatu. Tolong dikabarkan kepada saya. Nanti kita kirim tas dan sepatu untuk anak-anak sekolah di sini,” ungkap Khofifah.

Dia mengatakan anak-anak harus tetap mempunyai ruang untuk bermain, belajar, dan bermimpi meski sementara tinggal di pengungsian. Dukungan diperlukan agar mereka dapat kembali menjalani rutinitas.

Dia kemudian menemui lansia dan ibu-ibu di tenda pengungsian. Seorang warga menceritakan rumahnya rusak akibat gempa sehingga keluarganya tidak lagi mempunyai tempat tinggal layak. Khofifah meminta warga tetap tabah dan memastikan dukungan akan terus diberikan sesuai kebutuhan korban.

“Yang sakit mudah-mudahan segera sembuh. Ibu-ibu bisa segera bangkit, sehat, kuat, semangat,” katanya. Ia juga memberikan penguatan kepada para ibu agar tetap menjaga semangat anak-anak selama menghadapi masa pemulihan.

“Ibu-ibu harus kuat, semangat anak-anaknya. Mudah-mudahan anak-anak sukses, cucu-cucunya juga sukses, membahagiakan keluarga, daerah, bangsa dan negara,” tuturnya.

Sebelum meninggalkan pengungsian, Khofifah berpesan agar warga tidak kehilangan harapan karena mereka tidak menghadapi musibah tersebut sendirian. “Pokoknya tetap sehat, kuat dan tetap semangat. Mudah-mudahan cepat bangkit semuanya. Ingat bahwa kita semua bersaudara, kalian tidak sendiri,” katanya.

Bupati Manggarai Timur Agas Andreas mengapresiasi perhatian Pemprov Jatim kepada masyarakat terdampak gempa, khususnya warga Benteng Jawa. “Terima kasih kepada Ibu Gubernur, perhatian yang Ibu berikan ini sangat berarti bagi kami, khususnya masyarakat Benteng Jawa yang sedang menghadapi musibah,” kata Agas.

Menurut Agas, kehadiran Khofifah untuk melihat kondisi dan berbicara langsung dengan warga memberikan kekuatan serta semangat kepada masyarakat di pengungsian. (*/ibn)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Presiden Targetkan Tuntas Dua Pekan Surabaya, Jatim Mandiri Kebakaran kawasan Tahura Gunung Arjuno-Welirang, Jatim, belum padam hingga Selasa (25/8).  Padahal…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Dinas Pendidikan Jatim menyiapkan gedung SMA dan SMK negeri sebagai tempat transit peserta Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama…

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Atlantis berada di puncak kejayaan ketika perubahan alam perlahan mengancam kehidupan masyarakatnya. Melalui Atlantis Rise of…