Nagoya, Jatim Mandiri
Atlet para atletik Indonesia Karisma Evi Tiarani meraih medali emas nomor 100 meter T63 putri pada Asian Para Games 2026 di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Aichi, Jepang, Rabu (21/10). Meski catatan waktu 14,59 detik membuat panitia event menyematkan world record (rekor dunia), Karisma menegaskan catatan itu bukan rekor dunia baru, sebab masih lebih lambat dari rekor miliknya, 14,26 detik, yang dibukukan pada Paralimpiade Paris 2024.
“Nah, sebenarnya aku mau klarifikasi ini. Di situ tadi tulisannya kan world record. Sebenarnya world record-nya itu aku juga, tapi di Paris (pada Paralimpiade 2024),” kata Karisma seusai perlombaan di Nagoya, Jepang seperti dikutip Antara.
Atlet berusia 25 tahun itu mengaku tidak mengetahui alasan catatan waktunya di Asian Para Games tercantum sebagai rekor dunia. Ia menduga kemungkinan terjadi kesalahan komunikasi atau pendataan.
“Saya tidak tahu kenapa di situ ditulisnya pecah world record, padahal sebenarnya belum. World record-nya itu di 14,26 detik Nah, ini tadi kan 14,59 detik,” katanya.
Ia berharap informasi tersebut mendapat pembaruan agar status rekor tercatat secara tepat.
“Kita lihat saja mungkin nanti ada update informasi terkait ini,” tambahnya.
Dalam final tersebut, Karisma mengungguli dua atlet Jepang, Tomomi Tozawa yang mencatat 16,08 detik dan Kaeda Maegawa dengan 16,67 detik.
Terlepas dari persoalan pencatatan rekor, Karisma bersyukur dapat mempersembahkan emas bagi Indonesia setelah sebelumnya meraih perunggu lompat jauh putri. Medali tersebut menjadi emas kelima kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026. Indonesia masih berpeluang menambah koleksi emas melalui atlet yang berlaga pada final cabang olahraga lainnya. (*/ibn)












