Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Lewat gelaran Kompetisi Inovasi Sidoarjo (KISI) 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo kini mewajibkan seluruh instansi melahirkan minimal satu inovasi unggulan yang terintegrasi langsung dalam dasbor digital SETIA (Sistem Riset dan Inovasi Daerah).
Ajang tahunan ini tidak lagi diposisikan sebagai sekadar seremonial penganugerahan di atas kertas, melainkan instrumen penilai efektivitas birokrasi dalam menghadirkan solusi taktis atas permasalahan nyata di tengah masyarakat.
Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan agar seluruh inovator dari tingkat perangkat daerah hingga pemerintahan desa menyelaraskan program terobosan mereka dengan isu-isu prioritas daerah.
“Target utama dari ekosistem inovasi ini adalah mempercepat penyelesaian rapor merah daerah, khususnya penurunan angka kemiskinan yang berada di level 4,40 persen serta penuntasan problem stunting dan pengangguran terbuka,” ungkap Subandi saat memberikan pengarahan di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (17/9/2026).
Pesan senada digaungkan Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman.
Ia mendesak para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membongkar pola pikir lama yang terbelenggu rutinitas administrasi formalitas demi menciptakan dampak nyata bagi warga Kota Delta.
“ASN harus meninggalkan pola pikir lama. Parameter penilaian inovasi terbaik tahun ini terletak pada besaran dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat di lapangan, bukan keindahan di atas kertas,” tandas Ainur.
Melalui gelaran KISI 2026, Pemkab Sidoarjo optimistis mampu mengakselerasi hadirnya terobosan pelayanan publik yang aplikatif, transparan, serta berdampak luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.












