Jatim

Lahar Semeru Jadi Ancaman, Tanggul dan Check Dam Dibangun

×

Lahar Semeru Jadi Ancaman, Tanggul dan Check Dam Dibangun

Sebarkan artikel ini
Kepala BPBD Lumajang bersama tim, sedang cek keberadaan tanggul yang akan dibangun sebagai antisipasi lahar Semeru.
Example 468x60

Lumajang, Jatimmandiri.id – Pemerintah memperkuat perlindungan warga di kawasan rawan bencana Gunung Semeru, Lumajang, dengan membangun sejumlah infrastruktur pengendali material vulkanik. Tanggul pengaman di Curah Lengkong dan dua check dam di Desa Supiturang kini telah berdiri untuk mengantisipasi ancaman lahar, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan hulu.

Pembangunan infrastruktur tersebut dilakukan pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sebagai bagian dari upaya memperkuat mitigasi bencana di sekitar Gunung Semeru.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, mengatakan keberadaan tanggul dan check dam menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana bagi masyarakat yang berada di sekitar jalur aliran material vulkanik.

“Pembangunan tanggul pengaman di Curah Lengkong serta dua unit check dam di Desa Supiturang telah berdiri,” kata Isnugroho, Senin (24/8/2026).

Menurut dia, pembangunan tersebut menunjukkan langkah pemerintah dalam memperkuat perlindungan kawasan yang memiliki potensi terdampak aktivitas Gunung Semeru.

“Pemerintah pusat melalui BBWS bergerak proaktif memperkuat infrastruktur mitigasi bencana di kawasan rawan letusan Gunung Semeru,” ujarnya.

Tanggul dan check dam dirancang untuk mengendalikan pergerakan material vulkanik dengan menahan maupun memperlambat alirannya. Infrastruktur itu diharapkan dapat mengurangi dampak terhadap permukiman dan aktivitas masyarakat yang berada di sepanjang jalur aliran.

Kewaspadaan juga diperlukan ketika hujan berintensitas tinggi terjadi di kawasan hulu karena dapat meningkatkan potensi aliran lahar.

“Dengan adanya infrastruktur tersebut, aliran material vulkanik diharapkan dapat lebih terkendali sehingga potensi dampaknya terhadap kawasan permukiman dan aktivitas masyarakat dapat ditekan,” jelas Isnugroho.

Meski pembangunan fisik terus dilakukan, BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak mengendurkan kesiapsiagaan. Warga di kawasan rawan diminta mengenali potensi bahaya di lingkungan masing-masing dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun petugas kebencanaan.

Baca Juga  148 Warga Ikuti Diklat Poltekpel Surabaya di Sumenep, Tingkatkan Kompetensi dan Pemberdayaan Masyarakat

Pemantauan sungai dan kawasan hulu, pengoperasian sistem peringatan dini, kesiapan masyarakat, serta koordinasi antarinstansi tetap menjadi bagian penting dalam mitigasi bencana Semeru.

Isnugroho menegaskan pengurangan risiko bencana harus dilakukan sebelum kejadian berlangsung. Karena itu, pembangunan infrastruktur perlu berjalan beriringan dengan kesiapan seluruh unsur di lapangan.

“Dengan langkah mitigasi yang terintegrasi ini, Lumajang kini jauh lebih tangguh dalam menghadapi potensi amukan alam,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Perwakilan warga dan sekolah di Kaliwaron, Surabaya, berencana mengajukan rapat dengar pendapat kepada DPRD Kota Surabaya untuk…