Jakarta, Jatimmandiri.id – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendukung penerbitan tiga karya komposer Tony Prabowo dalam format piringan hitam atau vinyl. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga karya musik klasik kontemporer Indonesia agar tetap terdokumentasi dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Dukungan itu disampaikan Fadli saat menerima Tony Prabowo di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Senin (7/9). Penerbitan tiga karya tersebut direncanakan melalui skema Dana IndonesiaRaya.
Menurut Fadli, rekaman fisik menjadi bagian penting dalam pengarsipan musik klasik kontemporer karena dapat disimpan dan dirawat dalam jangka panjang. “Arsip paling bagus adalah piring hitam karena memiliki ketahanan yang panjang apabila dirawat dengan baik,” jelas Menbud.
Tony Prabowo sendiri telah berkarya sekitar 40 tahun sebagai komposer dan memiliki banyak karya. Ia juga membentuk ensemble beranggotakan sekitar 16 orang yang berfokus memainkan musik baru dan kontemporer Indonesia.
“Untuk proyek yang akan direkam dan diterbitkan nantinya membutuhkan format penyimpanan yang memadai karena memiliki durasi musik yang panjang. Karena itu format vinyl menjadi pilihan yang sesuai,” jelasnya.
Penerbitan tersebut sekaligus menjadi upaya mendokumentasikan perjalanan panjang Tony dalam berkarya. Rekaman dalam format fisik diharapkan tidak hanya menjadi media untuk menikmati musik, tetapi juga menjadi bagian dari catatan perkembangan musik kontemporer Indonesia yang dapat ditelusuri pada masa mendatang.
Dalam satu set, tiga karya Tony Prabowo akan diterbitkan dalam tiga keping vinyl. Kehadiran karya dalam bentuk fisik dinilai memiliki nilai dokumentasi tersendiri, terutama di tengah perkembangan teknologi digital yang membuat distribusi musik semakin mudah, tetapi tidak selalu menjamin keberadaan arsip fisik dalam jangka panjang.
Fadli berharap penerbitan tiga karya tersebut dapat menjadi dokumentasi penting perjalanan musik klasik kontemporer Indonesia.
“Karya-karya tersebut merupakan bagian dari perkembangan penciptaan musik Indonesia yang direkam dan diarsipkan dengan baik,” tutupnya.
Kementerian Kebudayaan menilai pengarsipan musik bukan sekadar menyimpan rekaman, tetapi juga merawat jejak penciptaan, perjalanan komposer, perkembangan teknologi rekaman, serta sejarah musik Indonesia untuk generasi berikutnya.
Turut mendampingi Menteri Kebudayaan dalam pertemuan tersebut Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan Anindita Kusuma Listya, Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional Annisa Rengganis, serta Direktur Film, Musik, dan Seni Irini Dewi Wanti.
Dukungan terhadap penerbitan karya Tony Prabowo menjadi bagian dari upaya Kementerian Kebudayaan mendorong karya seni dan budaya Indonesia agar terdokumentasi, dikembangkan, dimanfaatkan, serta diwariskan kepada generasi berikutnya.












