Sportainment

Joao Fonseca Singkirkan Novak Djokovic di French Open 2026, Era Juara Baru Kian Terbuka

×

Joao Fonseca Singkirkan Novak Djokovic di French Open 2026, Era Juara Baru Kian Terbuka

Sebarkan artikel ini
Fonseca yang baru berusia 19 tahun tampil luar biasa dengan membalikkan keadaan dan menundukkan Djokovic 4-6, 4-6, 6-3, 7-5, 7-5.
Example 468x60

Paris, Jatimmandiri.id – Kejutan besar kembali mewarnai ajang French Open 2026.

Setelah petenis nomor satu dunia Jannik Sinner tersingkir secara mengejutkan sehari sebelumnya, giliran Novak Djokovic yang harus angkat koper dari Roland Garros usai dikalahkan petenis muda Brasil, Joao Fonseca, dalam laga dramatis lima set pada babak ketiga, Jumat (29/5/2026).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Fonseca yang baru berusia 19 tahun tampil luar biasa dengan membalikkan keadaan dan menundukkan Djokovic 4-6, 4-6, 6-3, 7-5, 7-5.

Hasil ini menjadi salah satu kemenangan terbesar dalam karier petenis muda Brasil tersebut sekaligus mengakhiri langkah Djokovic dalam perburuan gelar Grand Slam ke-25 yang memecahkan rekor.

“Sepuluh menit setelah pertandingan berakhir, saya baru mulai menyadari apa yang telah saya capai. Ini sangat sulit dan luar biasa bagi saya,” ujar Fonseca seusai pertandingan.

Kekalahan ini menjadi momen langka bagi Djokovic. Sepanjang kariernya, petenis Serbia itu hanya dua kali gagal memenangkan pertandingan setelah unggul dua set lebih dulu.

Sebelumnya, kejadian serupa juga dialaminya di Paris pada 2010.

Tersingkirnya Djokovic dan Sinner membuat persaingan menuju gelar juara French Open 2026 semakin terbuka.

Seluruh mantan juara Grand Slam tunggal putra yang masih tersisa, termasuk Daniil Medvedev, Marin Cilic, dan Stan Wawrinka, juga telah gugur.

Kondisi tersebut memastikan akan lahir juara baru yang mengangkat trofi Coupe des Mousquetaires pada partai final 7 Juni mendatang.

Fonseca mengakui peluang para petenis muda kini semakin besar setelah dua unggulan utama tersingkir.

“Tentu saja, setelah Sinner dan Djokovic tersingkir, peluang menjadi lebih terbuka,” katanya.

Pada babak berikutnya, Fonseca akan menghadapi petenis Norwegia, Casper Ruud, yang berhasil mengalahkan Tommy Paul melalui pertarungan lima set dengan skor 4-6, 6-7 (4), 6-4, 7-6 (4), 7-5.

Baca Juga  Haaland Kecewa Gagal Juara, Minta Manchester City Bangkit Musim Depan

Sementara itu, unggulan kedua Alexander Zverev juga berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar setelah menumbangkan petenis tuan rumah Quentin Halys dengan skor 6-4, 6-3, 5-7, 6-2.

Kondisi Fisik Djokovic Menurun

Djokovic yang kini berusia 39 tahun terlihat kesulitan mempertahankan intensitas permainan saat pertandingan memasuki set-set akhir.

Suhu yang cukup panas serta pertandingan panjang pada dua putaran sebelumnya diduga turut menguras energinya.

“Ini kekalahan yang berat bagi saya. Menjelang akhir pertandingan, saya hampir tidak mampu berdiri dengan baik,” ujar Djokovic.

Pada gim terakhir, Djokovic sempat memiliki peluang break point untuk menyamakan kedudukan menjadi 6-6. Namun Fonseca mampu menjaga ketenangan dan menutup pertandingan dengan tiga ace beruntun.

Kemenangan tersebut juga membuat Fonseca menjadi petenis remaja pertama yang berhasil mengalahkan Djokovic dalam turnamen Grand Slam.

“Saya hanya menikmati pertandingan ini. Ini pertama kalinya saya bermain melawan dia. Banyak orang masih menganggapnya seperti berusia 20 tahun. Bahkan di akhir pertandingan saya merasa dia lebih bugar daripada saya, itu luar biasa,” kata Fonseca.

Usai laga, Fonseca juga menyempatkan diri mengucapkan selamat ulang tahun kepada sang ibu yang hadir di tribun serta berterima kasih kepada para pendukung Brasil yang memadati arena pertandingan.

Sempat Dibayangi Cedera

Berbeda dengan kekalahan Sinner yang dianggap sebagai kejutan besar, tersingkirnya Djokovic sebenarnya sudah mulai diprediksi sejumlah pengamat.

Sebab, mantan petenis nomor satu dunia itu datang ke Paris dengan kondisi yang belum sepenuhnya ideal.

Setelah kalah dari Carlos Alcaraz pada final Australia Terbuka awal tahun ini, Djokovic mengalami cedera bahu yang membatasi persiapannya di lapangan tanah liat.

Ia hanya menjalani satu pertandingan kompetitif sebelum tampil di Roland Garros.

Baca Juga  Pep Guardiola Tinggalkan Manchester City, Pilih Istirahat dari Dunia Kepelatihan

Meski demikian, Djokovic tetap menilai performanya secara keseluruhan cukup baik.

“Jika mempertimbangkan seluruh situasi dan kondisi yang saya alami, saya rasa level permainan saya sebenarnya cukup bagus,” ujarnya.

Sepanjang pertandingan, Djokovic beberapa kali terlihat menggunakan kompres es di kedua sisi wajahnya saat pergantian gim untuk mengatasi suhu panas.

Ia juga sempat menunjukkan kekesalan kepada operator kamera televisi yang dianggap terlalu dekat saat melakukan pengambilan gambar.

Memasuki set kelima, tanda-tanda kelelahan semakin terlihat jelas. Djokovic beberapa kali membungkuk di dekat papan iklan, duduk lesu di kursi pemain dengan handuk menutupi kepala, hingga memegangi kepalanya karena kehabisan tenaga.

Meski kecewa, Djokovic tetap memberikan apresiasi kepada lawannya.

“Saya mengatakan kepadanya bahwa dia pantas menang dan harus bangga atas pencapaiannya. Hari ini semua orang melihat alasan mengapa banyak pihak menaruh harapan besar kepadanya,” tutur Djokovic.

Mengenai peluang tampil kembali di French Open tahun depan, Djokovic mengaku belum bisa memastikan.

Pernyataan serupa sebenarnya juga pernah disampaikannya setelah kalah di semifinal tahun lalu.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *