Edu-Life & Sport

Indonesia-Rusia Perkuat Kerja Sama Sains dan Teknologi

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Indonesia-Rusia Perkuat Kerja Sama Sains dan Teknologi

Sebarkan artikel ini
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto turut mengikuti rangkaian kunjungan tersebut dalam gelaran Eastern Economic Forum (EEF) ke-11, Kamis (3/9).
Example 468x60

Vladivostok, Jatimmandiri.id –  Kerja sama sains dan teknologi menjadi salah satu fokus yang didorong Indonesia dalam kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Rusia. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto turut mengikuti rangkaian kunjungan tersebut dalam gelaran Eastern Economic Forum (EEF) ke-11, Kamis (3/9).

Dalam forum yang menempatkan Presiden Prabowo sebagai Tamu Kehormatan Utama itu, sains dan teknologi disebut memiliki peran strategis di tengah perubahan ekonomi global. Indonesia dan Rusia dinilai memiliki kekuatan serta sumber daya yang dapat saling melengkapi, termasuk di bidang pangan, energi, teknologi, dan rekayasa maju.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kehadiran Mendiktisaintek membuka peluang penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga riset kedua negara. Brian mengatakan institusi pendidikan tinggi dan riset Indonesia dapat mengambil peran dalam mengembangkan potensi kolaborasi tersebut.

“Kerja sama sains dan teknologi menjadi salah satu ruang yang penting untuk terus kita kembangkan bersama,” ujar Menteri Brian.

Menurutnya, kolaborasi pendidikan tinggi dan riset tidak hanya penting untuk mengembangkan pengetahuan, tetapi juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan talenta yang mendukung kebutuhan pembangunan.

Kerja sama kedua negara juga diarahkan agar menghasilkan kegiatan riset dan inovasi yang memiliki manfaat nyata. Pertukaran pengetahuan dan kepakaran diharapkan dapat berkembang menjadi proyek kolaboratif yang memperkuat kemampuan teknologi masing-masing negara.

“Kita ingin kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi juga menghasilkan riset dan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara,” tutur Mendiktisaintek.

Momentum EEF ke-11 sekaligus menjadi ruang untuk memperluas jejaring pendidikan tinggi, sains, dan teknologi Indonesia-Rusia. Pemerintah berharap kolaborasi tersebut membuka lebih banyak peluang bagi perguruan tinggi dan lembaga riset Indonesia dalam pengembangan talenta, riset, serta inovasi.

Baca Juga  Bernardo Tavares Puas Persebaya Pertahankan Francisco Rivera, Sebut Sosok Penting di Tim

Penguatan kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang meningkatkan daya saing dan memberi kontribusi bagi pembangunan nasional maupun kepentingan masyarakat kedua negara.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *