Jombang, Jatimmandiri.id – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr Lia Istifhama MEI, turun langsung menyisir sejumlah pondok pesantren di kawasan Tambakberas, Kabupaten Jombang.
Aksi nyata tersebut dilakukan dalam bentuk kegiatan penyemprotan nyamuk (fogging) sebagai langkah preventif mengantisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) jelang gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Inisiatif ini digalang Ning Lia bersama sinergi lintas elemen, melibatkan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Jombang, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.
Langkah sterilisasi lingkungan ini menjadi krusial guna menjamin kesehatan dan kenyamanan para tamu serta peserta yang akan menginap di area pesantren selama perhelatan berlangsung.
“Kita melakukan fogging bersama beberapa elemen. Ini merupakan upaya preventif agar tidak terjadi kasus DBD, sekaligus menunjukkan bahwa Jawa Timur, khususnya Jombang, siap menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU,” ujar Ning Lia, Selasa (25/8/2026).
Pada tahap awal, pengasapan difokuskan pada dua lokasi strategis. Secara keseluruhan, terdapat lima titik pesantren yang masuk dalam pemetaan sasaran fogging sebagai bagian dari skenario persiapan tuan rumah.
Ning Lia turut menyampaikan rasa terima kasihnya atas respons cepat dan fasilitasi penuh dari otoritas kesehatan setempat.
“Terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang yang telah menerima dan mendukung kami untuk bersama-sama turun dalam kegiatan fogging ini,” katanya.
Ada pemandangan menarik dalam kegiatan tersebut. Tak sekadar meninjau lokasi, Ning Lia tampil sebagai relawan dengan menggendong dan mengoperasikan langsung alat penyemprot fogging.
Pengalaman terjun langsung itu memberinya sudut pandang baru akan beratnya medan tugas para petugas lapangan.
Ia menceritakan bahwa peralatan fogging yang dipanggulnya berbobot sekitar 14 kilogram.
Beban fisik tersebut makin menantang lantaran petugas harus bertahan di tengah bisingnya deru mesin dan pekatnya kepulan asap.
“Selama ini kita hanya melihat petugas melakukan fogging. Setelah ikut langsung, saya merasakan bahwa pekerjaan mereka luar biasa. Membawa alat sekitar 14 kilogram, dengan suara yang sangat keras dan asap di mana-mana. Mereka bekerja dengan penuh keberanian dan keikhlasan,” ungkap Ning Lia.
Atas dedikasi yang ditunjukkan para petugas di lapangan, ia pun melontarkan penghormatan serta apresiasi setinggi-tingginya.
“Luar biasa sekali para petugas fogging. Mereka bekerja lillahi ta’ala. Terima kasih kepada seluruh petugas dan Dinas Kesehatan Jombang,” ucapnya.
Di luar agenda sanitasi lingkungan, Ning Lia menyempatkan diri mengapresiasi karya seni para pelukis lokal Jombang.
Sejumlah karya lukisan bertema sejarah bahkan direncanakan masuk ke dalam mekanisme lelang terbuka (open bidding).
Menurutnya, deretan karya visual tersebut menyimpan rekam jejak perjuangan para ulama dan pendiri NU yang berkontribusi besar dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.












