Hukrim

Niat Bantu Tunjukkan Jalan, Bocah 12 Tahun Malah Kehilangan Ponsel

×

Niat Bantu Tunjukkan Jalan, Bocah 12 Tahun Malah Kehilangan Ponsel

Sebarkan artikel ini
Ponsel
Ilustrasi
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Seorang bocah 12 tahun menjadi korban perampasan ponsel setelah dua pria berpura-pura menanyakan arah menuju Madura di dekat Jembatan Suramadu, Minggu siang, (9/8/2026).

Tak ada yang aneh ketika dua pria berboncengan sepeda motor menghampiri F, bocah berusia 12 tahun yang sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar Terminal Bus dekat Jembatan Suramadu.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kedua pria itu hanya bertanya arah menuju Madura. F yang tidak menaruh curiga kemudian berusaha membantu dengan menunjukkan jalan hingga mengantar keduanya menuju sisi barat kawasan tersebut.

Namun, niat sederhana untuk membantu itu justru berujung pada hilangnya ponsel milik F.

Samsuri, Ayah F, mengatakan berdasarkan cerita yang disampaikan F, kedua pria tersebut datang menggunakan sepeda motor Honda Vario dan mengenakan helm.
Keduanya tidak menggunakan masker sehingga wajah mereka masih dapat terlihat oleh korban.

“Dia pura-pura tanya, ‘Madura di mana, Dek?’ Anak saya kemudian mengantar sampai ke sisi barat,” ujar Samsuri saat dikonfirmasi, Kamis, (13/8/2026).

F awalnya tidak menyangka pertanyaan tersebut akan berujung pada kejadian yang membuatnya kehilangan ponsel. Setelah sampai di lokasi, salah seorang pria kemudian meminta untuk meminjam ponsel miliknya.

F menolak permintaan tersebut. Namun, pria itu justru diduga memaksa hingga akhirnya mengambil ponsel Vivo milik korban.

“Mau pinjam HP. Nggak dibolehkan. Dia (pelaku) maksa. Akhirnya HP itu diambil. Langsung lari,” cerita Samsuri.

Begitu ponselnya dirampas, F tidak tinggal diam. Bocah tersebut sempat berusaha mengejar kedua pria itu.

Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Kedua pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor menuju Jembatan Suramadu dengan arah ke Madura.

Kejadian itu kemudian dilaporkan Samsuri ke Polsek Kenjeran pada Senin, 10 Agustus 2026.

Baca Juga  Gebrak Semester I Tahun 2026, Polres Nganjuk Sikat Pelaku Curanmor hingga Jaringan Narkotika

Bagi Samsuri, persoalan tersebut bukan semata soal kehilangan sebuah ponsel. Ia lebih mengkhawatirkan jika kejadian serupa kembali terjadi dan menyasar anak-anak atau warga lain yang berada di kawasan tersebut.

“Kalau dibiarkan, ditakutkan ada korban lagi,” tegasnya.

Samsuri bahkan menduga aksi tersebut bukan kali pertama terjadi di sekitar lokasi. Dugaan itu muncul karena sebelumnya ia mendengar informasi mengenai adanya peristiwa perampasan lain di kawasan tersebut.

Karena itu, ia berharap polisi dapat mengungkap identitas kedua pelaku dan menangkap mereka. Menurutnya, tindakan tegas diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kalau bisa dari pihak kepolisian menangkap pelakunya. Kalau tidak ditangkap, tidak ada efek jeranya. Memang ini sepele, hanya HP. Tapi dampaknya kalau tidak ditangani serius, nanti bisa ada korban lagi,” ujarnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *