EkbisJatim

Pemkab Kediri Gandeng UGM Dorong Hasil Pertanian Naik Kelas

×

Pemkab Kediri Gandeng UGM Dorong Hasil Pertanian Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Bupati Kediri Hanindhito berdiskusi dengan delegasi UGM Prof Adi Djoko Guritno.
Example 468x60

Kediri, Jatimmandiri.id – Kabupaten Kediri memiliki kekayaan hasil pertanian yang melimpah. Namun, besarnya produksi belum selalu berbanding lurus dengan nilai ekonomi yang diterima petani.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri mulai mendorong penguatan teknologi pascapanen dan pengolahan agar hasil pertanian tak sekadar dijual mentah, tetapi mampu naik kelas menjadi produk bernilai tambah.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Upaya tersebut diwujudkan melalui penjajakan kerja sama dengan Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM).

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bertemu dengan delegasi UGM di lingkungan Pemkab Kediri untuk membahas sejumlah peluang kolaborasi.

Pertemuan itu membahas potensi penerapan teknologi pascapanen untuk menjaga kualitas komoditas hingga pengembangan berbagai produk olahan hasil pertanian.

Bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut mengatakan, penguatan sektor pertanian menjadi perhatian penting karena sekitar 80 persen penduduk Kabupaten Kediri memiliki latar belakang pekerjaan sebagai petani.

Meski sektor industri pengolahan hasil pertanian menunjukkan pertumbuhan, persoalan manajemen pascapanen masih menjadi tantangan.

Sebagian petani masih memilih menjual komoditas secara langsung ketika panen, sehingga peluang untuk mendapatkan nilai tambah belum sepenuhnya dimanfaatkan.

“Untuk menaikkan nilai tambah itu masih perlu kerja keras,” ujar Mas Dhito, Kamis (13/8/2026).

Kabupaten Kediri memiliki sejumlah komoditas unggulan, mulai dari padi, jagung, nanas, cabai hingga mangga podang. Namun, setiap komoditas memiliki tantangan masing-masing.

Cabai, misalnya, kerap menghadapi persoalan ketika harga anjlok saat produksi melimpah.

Sementara mangga podang yang menjadi salah satu ikon pertanian Kediri masih sangat bergantung pada siklus musim.

Kondisi tersebut dinilai membutuhkan sentuhan teknologi dan inovasi, terutama untuk memperpanjang masa simpan hasil pertanian, mengolah bahan baku menjadi produk baru, hingga memungkinkan sejumlah komoditas tersedia di luar musim panen.

Baca Juga  Harmonisasi Sertifikat Halal dan NKV

Di sisi lain, Pemkab Kediri juga tengah memetakan berbagai potensi unggulan daerah untuk menyambut rencana Bandara Dhoho melayani embarkasi haji pada 2027.

Potensi pertanian dan produk olahannya diharapkan dapat menjadi bagian dari kekuatan ekonomi daerah.

“Pada prinsipnya kami siap menjalin kerja sama dengan Departemen Teknologi Industri Pertanian,” ungkap Mas Dhito.

Perwakilan delegasi UGM, Prof Adi Djoko Guritno, mengatakan kerja sama tersebut nantinya dapat dilakukan melalui sejumlah skema, mulai dari pendampingan hingga kegiatan pengabdian mahasiswa dan dosen yang turun langsung ke lapangan.

Transfer teknologi menjadi salah satu hal yang dinilai penting agar potensi pertanian di Kabupaten Kediri dapat dikelola secara lebih optimal.

Menurutnya, UGM memiliki sejumlah teknologi yang dapat diterapkan untuk membuat bahan baku lebih awet maupun melakukan rekayasa agar komoditas tertentu dapat tetap diproduksi di luar musim.

“Ini menarik, kami berharap nanti kita bisa saling memahami dan mulai mengkristal di mana titik-titik kita bisa kerja sama,” ucap Prof Adi.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya – Jatim Mandiri Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali dibuka untuk wisatawan mulai Kamis besok (20/8). Ini seiring…

Berita

Probolinggo, Jatim Mandiri Polisi Cilik (Pocil) binaan Satlantas Polres Probolinggo tampil kompak dalam upacara penurunan bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI…

Berita

Probolinggo – Jatim Mandiri Pemkot Probolinggo menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pasar Baru, Kota Probolinggo, Selasa (18/8), untuk menjaga…

Berita

Pasuruan – Jatim Mandiri Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo bersama istrinya tampil mengenakan pakaian adat Kalimantan Selatan saat upacara HUT ke-81…

Berita

Malang, Jatim Mandiri Pasangan lansia asal Desa Kedungrejo, Pakis, Kabupaten Malang, mengaku menjual tanah seharga Rp3 miliar, tetapi baru menerima…