Dalam NegeriHeadlineJatim

Ancaman Kemarau Ekstrem, BMKG Ingatkan Jatim Waspada El Nino hingga Awal 2027

×

Ancaman Kemarau Ekstrem, BMKG Ingatkan Jatim Waspada El Nino hingga Awal 2027

Sebarkan artikel ini
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur mengeluarkan peringatan serius bagi seluruh daerah di Jawa Timur.

Fenomena El Nino kategori kuat diproyeksikan bakal memicu penurunan intensitas curah hujan secara drastis, meningkatkan risiko kekeringan, hingga melonjaknya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jatim, Linda Fitrotul, mengungkapkan bahwa indikasi menguatnya El Nino ini terlihat dari anomali suhu muka laut di wilayah Samudra Pasifik bagian timur (Nino 3.4) yang tercatat melampaui angka +2 derajat Celsius.

“Dampak yang perlu diwaspadai adalah berkurangnya curah hujan dan musim kemarau menjadi lebih kering, karena dapat menyebabkan hari tanpa hujan menjadi lebih panjang, meningkatkan potensi kekeringan, berkurangnya ketersediaan air untuk pertanian maupun kebutuhan masyarakat, serta meningkatkan risiko karhutla,” kata Linda, Kamis (13/8/2026).

Lebih lanjut, Linda menjelaskan bahwa kepungan cuaca ekstrem ini makin diperparah oleh anomali suhu muka laut di Samudra Hindia.

Hal ini ditunjukkan oleh indeks Indian Ocean Dipole (IOD) yang berada di rentang positif 0,63.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa suplai massa air cenderung bergerak menjauhi wilayah Indonesia bagian barat menuju pesisir timur Afrika.

Kombinasi kedua fenomena atmosfer ini secara signifikan akan membuat musim kemarau di Indonesia terasa jauh lebih kering dari kondisi normalnya.

BMKG Stasiun Klimatologi Jatim bahkan memprediksi periode musim kemarau di wilayah Jawa Timur masih akan terus berlangsung hingga awal tahun 2027.

Menghadapi potensi ancaman kekeringan yang panjang, BMKG mewanti-wanti masyarakat agar ekstra hati-hati dan menghindari segala bentuk aktivitas yang berpotensi memicu api.

Tindakan sederhana seperti membuang puntung rokok sembarangan hingga membakar sampah di area terbuka dapat berakibat fatal.

Baca Juga  Ditinggal ke Sawah, Rumah Petani Purwodadi Ludes Terbakar

Secara khusus, para pemilik lahan dan petani juga diimbau kuat untuk meninggalkan metode pembakaran saat melakukan pembersihan area kebun atau lahan pertanian.

“Kami mengimbau pula supaya masyarakat bijak saat memanfaatkan air,” tegas Linda.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

MALANG, JATIM MANDIRI – Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad meneguhkan semangat pengabdian dan menjaga kedaulatan bangsa dalam peringatan HUT ke-81…

Berita

3.563 Napi Langsung Bebas Jakarta, Jatim Mandiri Sebanyak 174.791 narapidana dan anak binaan di seluruh Indonesia menerima remisi dan pengurangan…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat kedaulatan Indonesia melalui kemandirian pangan, energi, ekonomi,…

Berita

Polda Jatim Kirim Bantuan ke NTT Surabaya, Jatim Mandiri Pemerintah menyiapkan dana siap pakai Rp5 triliun untuk mempercepat penanganan bencana…