Probolinggo – Jatim Mandiri
Pemkot Probolinggo menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pasar Baru, Kota Probolinggo, Selasa (18/8), untuk menjaga pasokan, menekan inflasi, dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok terjangkau. Wali Kota Probolinggo Aminuddin meninjau langsung kegiatan tersebut dan menyapa warga yang mengantre membeli beras, minyak goreng, telur, serta komoditas pangan lainnya.
Aminuddin mengatakan GPM menjadi salah satu langkah pemerintah menjaga stabilitas harga sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. “GPM ini bertujuan mengendalikan inflasi, menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan kebutuhan pokok, sekaligus mendukung UMKM dan IKM lokal agar dapat memperluas pemasaran produknya secara langsung kepada masyarakat,” ujar Aminuddin.
Menurut dia, stabilitas harga harus dijaga agar pedagang tidak dirugikan dan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga wajar. “Yang terpenting adalah menjaga stabilitas. Pedagang tidak dirugikan, sementara masyarakat tetap mendapatkan harga yang stabil,” katanya.
Kepala DKPPP Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan GPM digelar rutin dua kali sepekan di Pasar Baru dan Wonoasih. Sejumlah komoditas yang dijual juga berasal dari produksi lokal.
“GPM ini kami laksanakan rutin dua kali dalam seminggu, difokuskan di kawasan Pasar Baru dan Wonoasih. Beberapa komoditas yang disediakan juga berasal dari produksi lokal, seperti telur dan bawang merah,” jelas Fitriawati.
Untuk menjaga ketersediaan beras, DKPPP menggandeng Bulog. Pada kegiatan kali ini, tersedia satu ton beras SPHP, 480 liter minyak goreng, dan 50 kilogram telur ayam broiler.
Harga beras SPHP dipatok Rp57.000 per lima kilogram, Minyakita Rp31.000 per dua liter, bawang merah Rp22.000 per kilogram, dan bawang putih Rp13.000 per setengah kilogram.
Pemkot membatasi pembelian untuk menjaga pemerataan. Minyakita maksimal dua liter per orang, sedangkan beras SPHP maksimal 10 kilogram atau dua kemasan lima kilogram.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi dengan antrean yang mengular. Minyak goreng, beras, dan telur menjadi sejumlah komoditas yang banyak diburu.
Lusiana, warga Jati, mengaku baru pertama kali berbelanja melalui GPM. Menurutnya, harga yang ditawarkan relatif murah dan membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.
“Ini baru pertama kali saya membeli di stan pasar murah Pemkot. Harganya relatif murah dan cukup membantu. Kalau kegiatan seperti ini ada lagi, saya akan membeli di sini lagi,” ungkapnya. (YF)












