Jogja

AAMAI Bangun Greenhouse dan Lumbung Pangan Cerdas di Sleman, Perkuat Ketahanan Pangan Petani

×

AAMAI Bangun Greenhouse dan Lumbung Pangan Cerdas di Sleman, Perkuat Ketahanan Pangan Petani

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SLEMAN, Jatim Mandiri – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sleman mendapat dukungan dari dunia usaha. Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI) menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Selomakmur di Kalurahan Selomartani, Kapanewon Kalasan, Rabu (5/8). Bantuan tersebut tidak hanya berupa sarana pertanian, tetapi juga menghadirkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas petani dalam jangka panjang.

Program CSR yang disalurkan tahun ini meliputi pembangunan greenhouse untuk budidaya melon serta Lumbung Pangan Cerdas (Smart Food Grainery). Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama pengurus Gapoktan Selomakmur.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Ketua kegiatan sekaligus perwakilan AAMAI, Suhardiman, mengatakan program tersebut dirancang sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar bantuan sosial yang sifatnya sementara. Menurutnya, sektor pertanian membutuhkan dukungan berkelanjutan agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

“Ketahanan pangan saat ini menjadi isu strategis, baik di tingkat nasional maupun global. Karena itu kami ingin menghadirkan program yang benar-benar memberi dampak jangka panjang bagi petani,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengembangan program dilakukan melalui empat pilar utama. Pertama, pembangunan Smart Food Grainery yang memanfaatkan teknologi digital dan Internet of Things (IoT) untuk mendukung pengelolaan hasil pertanian. Kedua, peningkatan produksi hortikultura melalui pembangunan greenhouse berbahan bambu yang dilengkapi sistem irigasi tetes (drip irrigation).

Selanjutnya, program juga mencakup digitalisasi pemasaran hasil pertanian sehingga petani memiliki akses pasar yang lebih luas. Selain itu, dilakukan penguatan hilirisasi dan branding produk pangan desa agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi.

Menurut Suhardiman, pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang lebih modern. Tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga membantu petani memanfaatkan teknologi dalam proses produksi hingga pemasaran.

Baca Juga  Wamen UMKM Dorong PLUT Kulon Progo Perkuat Pembiayaan dan Pemasaran UMKM

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengapresiasi langkah AAMAI yang memilih mendukung sektor pertanian melalui program pemberdayaan. Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Saya senang sekali karena ini wujud nyata kolaborasi berbagai pihak. Ada dukungan AAMAI, BUMN, akademisi, dan masyarakat sehingga budidaya pertanian, salah satunya melon, bisa berkembang dengan baik,” kata Harda.

Menurut dia, keberadaan greenhouse dan lumbung pangan modern di Selomartani diharapkan tidak berhenti sebagai proyek percontohan. Pemerintah Kabupaten Sleman ingin model pengelolaan tersebut dapat diterapkan secara mandiri oleh kelompok tani dan menjadi inspirasi bagi kalurahan lain.

Ia juga berharap pemerintah kalurahan terus mendampingi Gapoktan agar program yang telah berjalan dapat berkembang tanpa bergantung pada bantuan eksternal. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Selain meningkatkan produksi pertanian, pengembangan teknologi di sektor pangan dinilai menjadi langkah penting menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat. Pemanfaatan teknologi digital di tingkat petani juga diharapkan mampu menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien dan adaptif.

Melalui kolaborasi tersebut, Sleman kembali menunjukkan upaya membangun sektor pertanian berbasis inovasi. Kehadiran greenhouse modern, lumbung pangan cerdas, serta digitalisasi pemasaran diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah dalam jangka panjang.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *