Jakarta, Jatimmandiri.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu (5/8/2026) di zona hijau, didorong menguatnya mayoritas bursa saham Asia serta sentimen positif dari pasar global. Optimisme investor terhadap kinerja emiten, meredanya kekhawatiran inflasi, hingga membaiknya sejumlah indikator ekonomi domestik menjadi penopang utama pergerakan pasar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menguat 31,53 poin atau 0,53 persen ke level 6.351,61. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 terkoreksi 1,22 poin atau 0,19 persen menjadi 633,99.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan penguatan bursa Asia tidak terlepas dari reli Wall Street pada perdagangan sebelumnya yang membawa indeks Dow Jones dan S&P 500 mencetak rekor tertinggi baru.
“Bursa kawasan Asia didominasi penguatan, mengikuti reli di bursa Wall Street semalam yang mendorong indeks Dow Jones dan indeks S&P 500 mencetak rekor tertinggi baru,” ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Menurutnya, sentimen positif juga dipicu oleh solidnya laporan keuangan sejumlah perusahaan global serta penurunan tajam harga minyak mentah yang membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi.
Investor, lanjut Nico, juga mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan sementara untuk membuka kembali Selat Hormuz.
“Perkembangan ini dinilai dapat meredakan kekhawatiran terhadap inflasi, serta mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat,” jelasnya.
Dari dalam negeri, pasar turut memperoleh dorongan dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II 2026 yang menunjukkan peningkatan secara kuartalan. Perlambatan inflasi pada Juli 2026 juga menjadi katalis positif di tengah masih tingginya volatilitas harga pangan dan meningkatnya kebutuhan masyarakat pada awal tahun ajaran baru.
Selain itu, kepastian pemerintah terkait kebijakan ekspor logam tanah jarang (rare earth) ikut memperkuat optimisme pelaku pasar. Pemerintah kembali mengizinkan ekspor nikel, timah, dan sejumlah komoditas lain yang mengandung unsur tanah jarang.
Sepanjang perdagangan, IHSG dibuka menguat dan mampu bertahan di zona positif hingga penutupan sesi kedua.
Dari sisi sektoral, sembilan sektor mencatat penguatan. Sektor properti memimpin kenaikan dengan menguat 2,72 persen, disusul sektor barang baku 2,17 persen, serta sektor transportasi dan logistik 1,59 persen. Sementara itu, sektor barang konsumen nonprimer turun 0,10 persen, diikuti sektor teknologi yang melemah 0,07 persen.
Saham dengan kenaikan tertinggi pada perdagangan hari itu antara lain SLIS, CBPE, TRUK, TALF, dan VKTR. Sebaliknya, pelemahan terbesar dialami BACH, MORA, ENZO, PRDL, dan MBTO.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan 2,316 juta transaksi, melibatkan 39,26 miliar lembar saham senilai Rp14,91 triliun. Sebanyak 422 saham menguat, 223 saham melemah, dan 318 saham ditutup stagnan.
Di kawasan Asia, mayoritas indeks juga berakhir di zona hijau. Nikkei melonjak 3,60 persen ke 66.258,00, Shanghai Composite naik 1,47 persen ke 3.878,43, Hang Seng menguat 0,24 persen ke 25.915,82, dan Kospi melesat 3,76 persen ke 6.598,26. Sementara itu, Straits Times Singapura menjadi satu-satunya indeks utama yang ditutup melemah 0,50 persen ke 5.581,37.












