Ekbis

Kurangi Ekspor Bahan Mentah, Hilirisasi Jadi Solusi Ekonomi Baru

×

Kurangi Ekspor Bahan Mentah, Hilirisasi Jadi Solusi Ekonomi Baru

Sebarkan artikel ini
ilustrasi
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id –  Penguatan hilirisasi industri dinilai menjadi kunci agar Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor komoditas mentah. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan mulai menyempitnya surplus perdagangan, strategi memperbesar ekspor produk bernilai tambah dipandang mampu membuka pasar baru, menciptakan lapangan kerja, sekaligus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih berkelanjutan.

Kepala Riset NEXT Indonesia Center, Ade Holis, menilai transformasi struktur ekspor harus segera dipercepat melalui hilirisasi industri dan diversifikasi produk. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi menghadapi gejolak perdagangan internasional.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Menurut Ade, fokus kebijakan sebaiknya diarahkan pada pengembangan industri hilir di sektor-sektor unggulan, seperti sawit, mineral, dan manufaktur. Dengan demikian, komposisi ekspor Indonesia akan semakin didominasi produk bernilai tambah tinggi dibandingkan bahan baku atau komoditas mentah.

“Hal yang lebih penting adalah membangun struktur ekspor yang lebih beragam, bernilai tambah tinggi, dan mampu bertahan menghadapi gejolak ekonomi global. Dengan fondasi seperti itu, ekspor bersih akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang,” ujar Ade dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (19/07)

Ia menjelaskan, hilirisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan nilai ekspor, tetapi juga mampu memperluas akses ke pasar internasional, menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat industri domestik, serta meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

NEXT Indonesia Center memandang penguatan sektor ekspor utama harus menjadi prioritas pemerintah. Beberapa sektor yang dinilai memiliki potensi besar antara lain hilirisasi kelapa sawit, industri pengolahan mineral, serta peningkatan daya saing industri besi dan baja, elektronik, otomotif, produk kimia, hingga manufaktur.

Menurut Ade, langkah tersebut akan membuat struktur perdagangan Indonesia lebih produktif dan tidak lagi terlalu bergantung pada ekspor komoditas primer.

Baca Juga  PHK Tembus 15.425 Orang, DPR Wanti-wanti Aturan Baru Industri Tembakau

“Melalui langkah-langkah tersebut, Indonesia tidak hanya berpeluang mengembalikan surplus neraca perdagangan, tetapi juga membangun struktur ekspor yang lebih produktif, lebih tangguh terhadap gejolak global, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Meski demikian, Ade menilai fondasi perdagangan Indonesia sejatinya masih cukup kuat. Berdasarkan kajian NEXT yang mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus sebesar 4 miliar dolar AS selama periode Januari hingga Mei 2026.

Pada periode tersebut, nilai ekspor mencapai 115,4 miliar dolar AS, atau tumbuh 3,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, kenaikan impor yang mencapai 15,24 persen menyebabkan surplus perdagangan terus menyusut.

Bahkan, pada Mei 2026 Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan sebesar 1,6 miliar dolar AS. Menurut Ade, kondisi tersebut seharusnya dijadikan momentum untuk mempercepat transformasi struktur ekspor nasional, bukan sekadar mengejar surplus perdagangan dalam jangka pendek.

Ia mengingatkan bahwa melemahnya sejumlah komoditas utama menunjukkan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah. Percepatan hilirisasi dan diversifikasi produk diyakini menjadi solusi agar perdagangan Indonesia lebih tangguh menghadapi perubahan ekonomi global.

Dengan strategi tersebut, Indonesia diharapkan mampu membangun fondasi perdagangan yang lebih kuat, meningkatkan nilai tambah produk ekspor, serta menjadikan sektor ekspor sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatimmandiri.id PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat komitmennya dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat melalui berbagai program…

Ekbis

Surabaya, Jatimmandiri.id –  Bank Indonesia (BI) memanfaatkan gelaran Java Coffee, Flavors and Festival (JCFF) 2026 sebagai langkah strategis untuk memperluas…

Ekbis

Jakarta, Jatimmandiri.id – Rencana pemerintah menerapkan bensin campuran bioetanol 10 persen (E10) dinilai dapat membantu mengurangi impor bahan bakar minyak…