Jakarta, Jatimmandiri.id – Universitas Terbuka (UT) mempercepat penguatan kualitas akademik dengan menargetkan lahirnya minimal lima profesor baru setiap tahun. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar kampus untuk mencapai World Class University.
Saat ini, UT memiliki 45 profesor. Rektor Universitas Terbuka Prof. Ali Muktiyanto optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah hingga mencapai 100 profesor dalam beberapa tahun mendatang melalui skema pengembangan yang terukur.
“Target yang moderat ada 2,5 persen dari jumlah profesor tiap tahun bertambah. Kita optimistis peningkatannya bisa lima persen per tahun. Jadi minimal lima profesor setiap tahun akan kita hasilkan,” ujar Ali Muktiyanto usai Pengukuhan Profesor UT 2026 di Kampus UT, Tangerang Selatan, Rabu (5/08).
Untuk merealisasikan target tersebut, UT menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya memberikan pendampingan intensif kepada dosen yang telah menduduki jabatan fungsional Lektor Kepala agar lebih cepat mencapai jenjang profesor.
“Kami meningkatkan level kepangkatan secara terukur dengan fasilitasi penuh dari Universitas Terbuka sehingga proses lahirnya profesor baru dapat berlangsung lebih cepat,” katanya.
Selain percepatan jenjang karier, UT juga membangun ekosistem akademik yang lebih kondusif melalui penguatan budaya riset dan pengabdian kepada masyarakat. Lingkungan akademik yang sehat dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dosen.
Tak hanya itu, kampus juga menyiapkan dukungan pendanaan riset dalam jumlah besar melalui program Kelompok Riset Profesor (Krispro) dan riset strategis nasional. Skema tersebut memungkinkan para guru besar mengembangkan penelitian tanpa terkendala pembiayaan.
“Kami memberikan ruang anggaran dan fasilitasi untuk berkarya. Minimal anggaran Krispro mencapai Rp100 juta untuk setiap judul artikel,” ungkap Ali.
Menurutnya, nilai pendanaan tersebut bahkan dapat meningkat hingga Rp1 miliar sampai Rp1,5 miliar, bergantung pada skala penelitian yang dijalankan.
Ali menambahkan, para profesor juga didorong aktif membangun kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset, baik di dalam maupun luar negeri. Upaya itu dilakukan agar pengembangan ilmu pengetahuan tidak berjalan secara tertutup, sekaligus memperluas jejaring akademik internasional.
Bagi UT, keberadaan profesor merupakan aset strategis yang menentukan kualitas perguruan tinggi. Karena itu, kampus berkomitmen memberikan dukungan penuh agar para guru besar dapat terus menghasilkan inovasi dan kontribusi ilmiah.
Ke depan, UT menargetkan memiliki sekitar 100 profesor untuk mendukung penyelenggaraan sekitar 700 mata kuliah dari berbagai program studi. Dengan komposisi tersebut, setiap profesor diharapkan membina lima hingga 10 mata kuliah sehingga mampu memperkuat daya saing Universitas Terbuka di tingkat global.
“Dengan jumlah sekitar 100 profesor, kami optimistis UT memiliki kekuatan akademik yang cukup untuk terus bertarung di level internasional,” tutup Ali Muktiyanto.












