Jogja

Sleman Buka Peluang Investasi Rp14,97 Miliar untuk Kawasan Penunjang Wisata Prambanan

×

Sleman Buka Peluang Investasi Rp14,97 Miliar untuk Kawasan Penunjang Wisata Prambanan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SLEMAN, Jatim Mandiri – Pemerintah Kabupaten Sleman membuka peluang investasi senilai Rp14,97 miliar untuk mengembangkan kawasan penunjang pariwisata di sekitar Exit Tol Bokoharjo, Kapanewon Prambanan. Kawasan tersebut disiapkan sebagai pusat aktivitas wisata sekaligus ekonomi kreatif yang terintegrasi dengan destinasi budaya di sekitarnya.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman menilai keberadaan jalan tol dan meningkatnya arus wisatawan menuju kawasan Prambanan menjadi momentum untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus menarik investor.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala DPMPTSP Sleman Triana Wahyuningsih mengatakan kawasan seluas sekitar sembilan hektare di Dusun Pelemsari, Kalurahan Bokoharjo, akan dikembangkan dengan konsep “Invest in Heritage” yang menggabungkan pelestarian budaya, kreativitas masyarakat, dan aktivitas bisnis dalam satu kawasan.

“Kawasan ini dirancang menjadi pusat aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif terpadu guna mendukung kawasan wisata Prambanan yang telah dikenal luas hingga ke mancanegara,” katanya, Selasa (4/8).

Menurut Triana, lokasi tersebut memiliki nilai strategis karena berada di jalur utama Yogyakarta–Solo dan terhubung langsung dengan Exit Tol Bokoharjo. Selain itu, kawasan tersebut juga berada di sekitar sejumlah destinasi cagar budaya, seperti Candi Prambanan, Situs Ratu Boko, dan Candi Banyunibo.

Ia mengatakan tren kunjungan wisatawan ke kawasan Prambanan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi itu dinilai menjadi peluang untuk menghadirkan kawasan penunjang yang mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Pengembangan kawasan akan menggunakan konsep Transit Multi-Function (TMF) melalui penyusunan masterplan Pasar Kerajinan dan Plaza Kreatif Desa Bokoharjo. Di dalamnya akan dibangun enam zona utama yang saling terhubung.

Zona tersebut meliputi pasar kerajinan sebagai pusat pemasaran produk UMKM dan kerajinan khas Sleman, plaza kreatif untuk kegiatan seni dan kolaborasi komunitas, taman kuliner berbasis pangan lokal, kawasan eco riverwalk yang mengusung konsep ramah lingkungan, amphitheater untuk pertunjukan seni terbuka, serta area komersial yang mendukung kegiatan bisnis dan jasa pariwisata.

Baca Juga  Ekonom Unair Minta Pengawasan Ketat PFII agar Tak Berubah Jadi Surga Penghindaran Pajak

Selain itu, kawasan juga akan dilengkapi ikon budaya Hasto Broto, area parkir khusus bus wisata dan kendaraan pribadi, serta berbagai fasilitas penunjang bagi pengunjung.

Triana menegaskan peluang investasi tersebut terbuka bagi pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari pariwisata, kuliner, perdagangan hingga ekonomi kreatif. Pemerintah berharap keterlibatan investor dapat mempercepat terwujudnya kawasan wisata baru yang tidak hanya mendukung destinasi Prambanan, tetapi juga memberi ruang bagi berkembangnya UMKM lokal.

Dengan pengembangan kawasan tersebut, Pemkab Sleman berharap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar Bokoharjo ikut tumbuh seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan warisan budaya tersebut.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *