Tiga Pintu Ditutup
Malang, Jatim Mandiri
Kebakaran hutan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sejak Senin (3/8) sore terus meluas hingga mendekati kawasan savana Gunung Bromo. Hingga berita ini diturunkan pada Selasa sore (4/8), tim gabungan masih berupaya memadamkan api dan tiga pintu masuk wisata Gunung Bromo ditutup.
Kobaran api yang semula berada di Blok Bantengan dan Jantur, Kabupaten Lumajang, dilaporkan bergerak menuruni lereng menuju kawasan savana. Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama mengatakan, laporan terakhir dari tim di lapangan menunjukkan api telah mendekati kawasan tersebut.
“Terakhir, tim lapangan menyampaikan api sudah akan merembet ke savana,” kata Endrip. Untuk menahan laju kebakaran, Balai Besar TNBTS bersama tim gabungan membuat sekat bakar dengan membersihkan vegetasi selebar lima hingga 10 meter.
Upaya itu dipadukan dengan pemadaman manual menggunakan metode gebyok dan bantuan jet shooter. “Agar wilayah terdampak tidak meluas, kami membuat sekat bakar, dengan lebar 5 sampai 10 meter,” ujar Endrip. Menurut dia, metode sekat bakar selama ini cukup efektif menghambat penyebaran api pada musim kemarau.
“Selama ini cukup efektif dengan sekat bakar. Selain pemadaman dengan sistem gebyok dan dibantu jet shooter,” katanya.
Di sisi lain, Balai Besar TNBTS juga menutup sementara tiga akses wisata menuju Gunung Bromo. Yakni jalur melalui Jemplang, dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.
Penutupan diberlakukan sejak Senin (3/8) pukul 22.00 WIB hingga waktu yang belum ditentukan.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, kebijakan itu diterapkan untuk memperlancar proses pemadaman sekaligus menjamin keselamatan wisatawan. “Untuk kelancaran upaya pemadaman serta memperhatikan keamanan pengunjung, maka kunjungan wisata Bromo melalui pintu masuk Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro ditutup untuk pengunjung,” kata Rudi.
Meski demikian, kawasan Bromo masih dapat diakses melalui pintu Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo, dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan. Namun, wisatawan hanya diperbolehkan berada di kawasan Lautan Pasir dan tidak diperkenankan memasuki wilayah Savana.
Rudi juga mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pelaku jasa wisata mematuhi seluruh aturan selama berada di kawasan TNBTS, terutama terkait penggunaan api. “Memperhatikan penggunaan api demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Endrip mengatakan luas kawasan yang terdampak kebakaran masih belum dapat dipastikan, karena seluruh personel masih memprioritaskan pemadaman api. Pengukuran area baru akan dilakukan setelah kondisi dinyatakan aman.
“Masih belum ada, saat ini tim masih fokus proses pemadaman. Setelah api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman, ada tim yang melakukan pengukuran untuk mengetahui luas area terdampak,” tuturnya.
Ia menambahkan, proses pemadaman terkendala medan yang curam sehingga menyulitkan petugas menjangkau titik api. “Petugas mengalami kesulitan, karena posisinya titik api dengan sudut kemiringan ekstrem. Tebing itu berada di sisi kanan, jika kita dari pintu Jemplang atau sisi selatan dari Watugede,” ujarnya. (ant/ibn)













