Malang, Jatimmandiri.id – Penemuan flora baru Clerodendrum ismaili H.Sant. & Sudarmono di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menambah kekayaan biodiversitas Jawa Timur sekaligus memperkuat potensi pengembangan ekonomi berbasis lingkungan.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan flora tersebut ditemukan di Ranu Darungan, lereng selatan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang. Temuan itu menjadi bagian penting dari upaya pendataan kekayaan hayati kawasan konservasi.
“Kami kembali mencatat penemuan penting keanekaragaman hayati, yaitu Clerodendrum ismaili H.Sant.&Sudarmono yang ditemukan di kawasan hutan TNBTS di Ranu Darungan, Lereng Selatan Gunung Semeru,” kata Rudi di Malang, Rabu (30/9/2026).
Tanaman tersebut pertama kali ditemukan saat patroli biodiversitas pada 26 Februari 2026. Temuan kemudian ditindaklanjuti melalui observasi dan pendataan habitat, distribusi, populasi, serta fenologi sejak Mei hingga Juli 2026.
Hasil pendataan menunjukkan hanya terdapat sekitar 12 individu dewasa dalam kondisi sehat. Tanaman ini tumbuh pada hutan subpegunungan dengan ketinggian 825-950 meter di atas permukaan laut, di bawah tajuk rapat dengan kondisi teduh dan lembap.
Identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan karakter morfologi, spesimen dan tumbuhan hidup, perbandingan dengan Herbarium Bogoriense, serta kajian literatur dan kunci taksonomi. Hasilnya dituangkan dalam artikel ilmiah berjudul Clerodendrum ismaili (Lamiaceae), a new species from Bromo Tengger Semeru National Park, East Java, Indonesia.
Naskah diterima jurnal Phytotaxa pada 3 September 2026 dan dipublikasikan 15 September 2026.
“Epitet spesifik Ismaili untuk mengenang Ismail, salah satu kader konservasi TNBTS yang selama pengabdiannya mendukung kegiatan konservasi di kawasan Ranu Darungan,” ujar Rudi.
Dari sisi ekonomi, temuan tersebut memperkuat nilai kawasan konservasi sebagai sumber pengetahuan, edukasi dan ekowisata. Keanekaragaman hayati yang terjaga dapat menjadi modal bagi masyarakat sekitar melalui jasa wisata, produk kreatif, serta usaha UMKM berbasis lingkungan.
Dalam jangka panjang, penelitian tanaman lokal juga dapat membuka peluang inovasi bahan alami untuk produk kreatif, termasuk fesyen berkelanjutan, selama dilakukan melalui riset, pemanfaatan yang legal, dan tidak mengganggu kelestarian populasi.
Karena populasinya terbatas, TNBTS memberikan perhatian khusus melalui perlindungan dan pengawetan jenis. Upaya konservasi menjadi kunci agar nilai ekologis sekaligus potensi ekonomi hijau tersebut tetap terjaga.












