Intisari Berita:
Wakil Ketua DPRD Jatim Blegur Prijanggono menggelar reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di Jl. Embong Blimbing, Kel. Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya.
Blegur memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim atas penyelenggaraan festival kopi di tiga lokasi strategis: Graha Unesa, Ciputra World Mall, dan Kota Lama Surabaya.
Program tersebut dinilai sukses mendongkrak perekonomian masyarakat serta menjadi wadah promosi produk makanan dan minuman (Mamin) pelaku usaha lokal di Dapil 1 Surabaya.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Wakil Ketua DPRD Jatim, Blegur Prijanggono, S.H., melangsungkan agenda serap aspirasi masyarakat (Reses) Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 yang bertempat di Jl. Embong Blimbing, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya, Kamis (30/7/2026).
Di hadapan para konstituen, politisi Partai Golkar tersebut secara khusus memberikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim. Hal ini menyusul masifnya program-program pemberdayaan ekonomi kreatif lokal belakangan ini, salah satunya melalui gelaran festival kopi.
Blegur menilai pemilihan tiga lokasi strategis sebagai pusat perhelatan—yakni Graha Unesa, Ciputra World Mall, dan kawasan wisata sejarah Kota Lama Surabaya—sangat tepat untuk menarik minat publik secara luas sekaligus memfasilitasi omzet UMKM.
“Melalui poin-poin itu, memang program itu ada banyak. Karena program itu memang muaranya ingin menaikkan produk UMKM yang dibuat oleh warga masyarakat untuk ditampilkan ke publik dalam hal ini masyarakat Kota Surabaya,” ujar Blegur Prijanggono dalam pemaparannya.
Wakil Ketua DPRD Jatim: Wadah Sertifikasi dan Fasilitasi Usaha Mamin Warga
Blegur menambahkan, kehadiran festival kopi tersebut memberikan efek domino yang nyata bagi pergerakan ekonomi kerakyatan, terutama bagi para pelaku usaha di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Surabaya.
Ia menyampaikan beberapa catatan penting, yakni promosi skala besar dengan memanfaatkan pusat keramaian modern (mal), kampus, hingga destinasi wisata ikonik untuk memperluas jangkauan pasar kuliner lokal.
“Selain itu, fasilitasi standar usaha. Mendorong program lanjutan bagi pelaku industri makanan dan minuman (mamin) agar mendapatkan legalitas dan sertifikasi resmi,” imbuhnya.
Tak hanya itu, lanjut Blegur, keberlanjutan program, dengan memastikan keterlibatan aktif masyarakat lokal agar program pariwisata daerah selaras dengan peningkatan kesejahteraan warga.
“Memang program itu ada banyak, salah satunya memang mengharuskan diikuti oleh masyarakat yang punya usaha makanan dan minuman yang harus mendapatkan sertifikasi yang ada di Kota Surabaya,” tegas legislator asal Surabaya tersebut.
Melalui reses ini, Blegur berkomitmen untuk terus mengawal dan menyelaraskan program-program strategis Pemprov Jatim agar senantiasa berdampak langsung pada penguatan ekonomi dan pemulihan sektor pariwisata di Kota Pahlawan.












