Nganjuk, Jatimmandiri.id – Komitmen untuk memajukan potensi pariwisata daerah terus diperkuat.
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk resmi menandatangani perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pengelolaan dan pengembangan Wana Wisata Ubalan serta Goa Margo Tresno.
Prosesi penandatanganan PKS tersebut berlangsung di Kantor Disporabudpar Kabupaten Nganjuk, Selasa (4/8/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pembaruan dan keberlanjutan atas kemitraan sebelumnya yang telah habis masa berlakunya.
Administratur Perhutani KPH Nganjuk, Dwi Puspitasari, menegaskan bahwa penandatanganan ini merupakan wujud nyata kolaborasi konkret antara Perhutani dan Pemkab Nganjuk melalui Disporabudpar.
“Perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani ini menjadi dasar dalam pembagian sharing, sehingga dalam waktu dekat Perhutani sudah dapat menerima bagian sesuai kesepakatan,” kata Dwi.
Lebih lanjut, Dwi menyatakan dukungan penuh Perhutani terhadap optimalisasi Wana Wisata Ubalan, Goa Margo Tresno, hingga objek wisata lainnya.
Sektor ini diakui menjadi salah satu pilar pendapatan yang sangat krusial bagi wilayah kerja KPH Nganjuk.
Tak hanya mempertahankan destinasi unggulan yang ada, pihaknya juga mendorong adanya perluasan dan eksplorasi destinasi potensial baru.
“Ke depan, diharapkan pengembangan wisata tidak hanya berfokus pada objek yang sudah ada, tetapi juga dapat diperluas pada potensi baru, seperti Goa Putri Ayu di RPH Balo BKPH Tamanan yang dulunya pernah ber-PKS dengan Perhutani dan dua tahun vakum, tidak diperpanjang, namun perlunya persyaratan seperti awal pengajuan kerjasama,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, menyampaikan apresiasi tinggi atas terealisasinya kesepakatan ini.
Kemitraan strategis ini diharapkan mampu mengakselerasi tata kelola wisata Ubalan dan Goa Margo Tresno agar kian berkembang pesat, sekaligus membawa dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.
“Kami menyambut baik penandatanganan kerja sama ini, dengan harapan dapat memberdayakan masyarakat sekitar hutan. Selain itu, potensi wisata Goa Putri Ayu yang dulu dikerjasamakan kembali diikerjasmakan. Jadi tidak hanya fokus pada wisata Ubalan dan Goa Margo Tresno saja,” katanya.
Agenda penting ini turut dihadiri oleh jajaran manajemen kedua belah pihak.
Dari pihak Perhutani KPH Nganjuk hadir Kepala Perhutani KPH Nganjuk Dwi Puspitasari, KSS Agroforestry dan Ekowisata Muhajin, KSS Bangbis Yudiono, serta KSS HKAKP Abdurrahman.
Sementara dari Disporabudpar Nganjuk, Kepala Dinas Gunawan Widagdo didampingi oleh Kepala Bidang PDTDP Indria Aksiomaningtiwi.












