Intisari Berita:
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Cahyo Harjo Prakoso, mendukung keterlibatan taruna Akademi TNI dalam pembinaan karakter dan disiplin siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Surabaya.
Ketua DPC Gerindra Surabaya ini menegaskan kehadiran taruna bertujuan membangun mentalitas pantang menyerah, kemandirian, dan kepemimpinan menuju Indonesia Emas 2045, bukan militerisasi sekolah.
Komisi E DPRD Jatim berkomitmen mengawal keberlanjutan Sekolah Rakyat agar model kolaborasi edukatif lintas instansi ini dapat direplikasi ke daerah lain di Jawa Timur.
Foto: Anggota Komisi E DPRD Jatim, Cahyo Harjo Prakoso saat mendampingi Danjen Akademi TNI, Letjen TNI Sidharta Wisnu Graha di SRT II Surabaya
Komisi E DPRD Jatim Apresiasi Peran TNI di Sekolah Rakyat
Surabaya, Jatimmandiri.id — Langkah terobosan dalam membentuk karakter generasi muda berprestasi terus digulirkan di Kota Pahlawan. Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menyatakan dukungan penuh terhadap keterlibatan taruna Akademi TNI dalam membina siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Surabaya.
Dukungan tersebut disampaikan Cahyo usai mendampingi Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI, Letjen TNI Sidharta Wisnu Graha, saat meninjau langsung aktivitas pembelajaran dan pembinaan di SRT 2 Surabaya, Selasa (4/8/2026).
Cahyo menilai, kolaborasi antara institusi pendidikan TNI dan pemerintah daerah ini menjadi angin segar untuk memperkuat kedisiplinan serta mentalitas anak-anak dari keluarga kurang mampu agar siap bersaing di masa depan.
“Kami di DPRD Jawa Timur sangat mendukung Akademi TNI yang bersedia turun tangan secara langsung untuk menanamkan kedisiplinan dan karakter unggul bagi anak-anak di Sekolah Rakyat Terintegrasi ini,” kata Cahyo, Selasa (4/8/2026).
Tekankan Pembentukan Karakter, Bukan Militerisasi Sekolah
Politisi muda yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya ini meluruskan bahwa kehadiran para taruna Akademi TNI di lingkungan sekolah bukan untuk menerapkan pendekatan militerisme.
Sebaliknya, pendampingan difokuskan pada keteladanan perilaku harian (role modeling), penanaman rasa tanggung jawab, budaya bersih, hingga manajemen waktu yang disiplin.
Beberapa poin prioritas pembinaan taruna Akademi TNI di Sekolah Rakyat:
-
Penguatan Fondasi Diri: Membiasakan disiplin waktu, menghargai sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
-
Inspirasi Generasi Muda: Menjadikan sosok taruna sebagai teladan berintegritas dan berjiwa pengabdi agar siswa terpacu memiliki cita-cita tinggi.
-
Persiapan Indonesia Emas 2045: Membekali anak-anak dari keluarga marjinal dengan karakter tangguh dan pantang menyerah.
“Hal-hal sederhana seperti disiplin waktu dan saling menghormati merupakan fondasi penting. Ketika kebiasaan itu tumbuh sejak dini, mereka akan menjadi generasi yang jauh lebih siap menghadapi masa depan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Cahyo.
Komisi E Siap Kawal Keberlanjutan Program
Guna menjamin keberlangsungan program, Cahyo mendorong penguatan sinergi antara Kementerian Sosial, Akademi TNI, Pemprov Jatim, dan Pemkot Surabaya. Komisi E DPRD Jatim memastikan akan mengawal penuh penganggaran dan fasilitas Sekolah Rakyat agar jangkauan pelayanannya makin meluas.
“Mari kita bersama-sama mendukung Sekolah Rakyat ini. Harapan kita, tidak ada lagi anak-anak di Jawa Timur yang tertinggal dalam mendapatkan pendidikan berkualitas, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter. Model kolaborasi ini sangat bagus untuk dikembangkan ke daerah lain,” pungkasnya.












