Jakarta, Jatimmandiri.id – Pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama dengan Australia untuk mempercepat modernisasi sektor pertanian, khususnya melalui pengembangan sistem irigasi di kawasan cetak sawah Dadahup, Kalimantan Tengah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dengan dukungan teknologi dan pengelolaan air yang lebih modern.
“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas lahan rawa sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penerapan teknologi dan tata kelola air yang lebih modern,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Selasa (28/07) seperti dikutip Antara.
Penguatan kemitraan itu ditegaskan dalam pertemuan bilateral terbatas antara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.
Mentan menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Australia melalui Australian Water Partnership (AWP) yang telah memfasilitasi Expert Mission di kawasan Dadahup.
Menurutnya, hasil kajian para ahli Australia semakin memperkuat keyakinan bahwa Dadahup memiliki potensi besar menjadi model pengembangan pertanian rawa modern di Indonesia.
“Hasil kajian para ahli Australia menunjukkan Dadahup memiliki potensi besar menjadi model pertanian rawa modern. Rekomendasi yang diberikan sangat sejalan dengan prioritas Indonesia dalam mempercepat peningkatan Indeks Pertanaman (IP) 300 dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Mentan.
Untuk mempercepat implementasi rekomendasi tersebut, Indonesia mendorong lima langkah strategis, yaitu pembentukan Joint Technical Working Group, penyusunan Integrated Water Management Masterplan and Roadmap Dadahup, penguatan tata kelola air berbasis petani.
Selanjutanya peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan teknologi digital seperti telemetry, remote sensing, dan decision support system, serta pengembangan Dadahup sebagai Indonesia–Australia Demonstration Project dan laboratorium hidup pertanian rawa modern.
Kerja sama itu merupakan kelanjutan dari kunjungan tenaga ahli Australia ke kawasan cetak sawah Dadahup pada April 2026. Wilayah tersebut menjadi fokus pemerintah dalam pengembangan lahan rawa produktif untuk meningkatkan produksi pangan nasional.
Selain membahas pengembangan Dadahup, pertemuan bilateral juga menghasilkan komitmen untuk memperkuat perdagangan pertanian Indonesia dan Australia.
Dalam sektor peternakan, Mentan juga meminta dukungan Australia untuk menjaga ketersediaan pasokan sapi hidup ke Indonesia guna mendukung kebutuhan nasional.
Ke depan, Indonesia dan Australia sepakat memperluas kerja sama di bidang investasi, riset, inovasi, pengembangan sumber daya manusia, serta pupuk untuk mendukung pembangunan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier mengatakan Australia siap menindaklanjuti berbagai hasil pembahasan dengan Kementerian Pertanian.
Brazier juga menjelaskan laporan akhir hasil kajian para ahli Australia mengenai Dadahup telah diserahkan kepada Menteri Pertanian sebagai dasar penyusunan langkah lanjutan pengembangan kawasan.
“Kami berharap laporan ini dapat membantu Indonesia meningkatkan produktivitas kawasan Dadahup dan menjadikannya contoh pengembangan pertanian rawa modern,” ujar Brazier.
Brazier berharap proses perizinan impor dapat berjalan semakin lancar sehingga perdagangan pertanian kedua negara menjadi lebih efisien dan saling menguntungkan.
Berdasarkan data tahun 2025, total perdagangan sektor pertanian Indonesia dan Australia mencapai sekitar 3,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Nilai ekspor pertanian Indonesia ke Australia mencapai sekitar 203 juta dolar AS, sedangkan impor dari Australia sekitar 3 miliar dolar AS












