Edu-Life & Sport

456 Mahasiswa Unik Turun Desa, Bawa Misi Pemberdayaan

×

456 Mahasiswa Unik Turun Desa, Bawa Misi Pemberdayaan

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa UNIK sedang selebrasi.
Example 468x60

Kediri, Jatimmandiri.id – Sebanyak 456 mahasiswa Universitas Kadiri (Unik) diterjunkan ke lima desa di Kecamatan Ngancar dan Ngasem, Kabupaten Kediri, untuk menjalankan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) 2026. Selama 10–29 Agustus 2026, mereka membawa misi menerapkan ilmu sekaligus membantu masyarakat mengembangkan potensi desa.

Mengusung tema Kukerta Cinta Desa: Mewujudkan Masyarakat Cerdas, Inklusif, Berkarya, dan Tangguh Menuju Desa Berdaya, program tersebut dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari persoalan masyarakat sekaligus menghasilkan kontribusi yang dapat dirasakan warga.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Rektor Universitas Kadiri Ir. Djoko Rahardjo, MP, menegaskan Kukerta bukan sekadar kewajiban akademik. Mahasiswa dituntut mampu mengubah pengetahuan yang diperoleh di kampus menjadi kerja nyata di tengah masyarakat.

“Dengan KKN, belajarlah berbuat baik pada orang lain, termasuk masyarakat dengan cara menerapkan ilmu yang sudah saudara ketahui atau selama ini sudah saudara dapat untuk membantu masyarakat,” kata Djoko.

Dari total peserta, 327 mahasiswa berasal dari kelas pagi dan 129 mahasiswa dari kelas sore. Mereka terdiri atas 82 mahasiswa Fakultas Hukum, 17 Fakultas Pertanian, 86 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 32 Fakultas Teknik, 97 Fakultas Ilmu Kesehatan, serta delapan Fakultas Kedokteran Gigi.

Sekitar 140 mahasiswa mengikuti skema Kukerta mandiri. Mereka berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Teknik, Sosial dan Politik, Hukum, Pertanian, serta Ilmu Kesehatan. Peserta mandiri dapat melaksanakan pengabdian di desa masing-masing atau lingkungan tempat tinggal.

Direktur LP3M Universitas Kadiri Budi Hariyanto mengatakan Kukerta tahun ini menggunakan dua pola, yakni kelompok dan mandiri. Sebelum turun lapangan, seluruh peserta telah mengikuti pembekalan untuk memahami program, kondisi masyarakat, serta tanggung jawab selama pengabdian.

“Kalau yang mandiri itu mereka melaksanakan kukerta bisa di desanya masing-masing atau lingkungan tempat tinggal masing-masing,” ujar Budi.

Baca Juga  Bupati Dhito Tegaskan Pemkab Kediri Siap Dukung Penuh Koperasi dan UMKM

Kegiatan tersebut juga mempertemukan mahasiswa Unik dengan peserta dari perguruan tinggi lain, di antaranya UNP, Universitas Brawijaya, Universitas Wahid Hasyim, dan Universitas Syekh Wasil Kediri. Djoko meminta mahasiswa memanfaatkan pertemuan itu untuk membangun silaturahmi, jejaring, dan peluang kolaborasi.

“Pesan saya supaya saudara-saudara menjalin hubungan silaturahmi yang baik dengan mereka, berinteraksi yang baik dengan mereka,” tuturnya.

Djoko berharap Kukerta 2026 memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkaya pengalaman mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Tentu saja harapan saya kuliah kerja nyata ini bisa berjalan dengan lancar dan juga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat dan secara nyata dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edu-Life & Sport

Mojokerto, Jatimmandiri.id –  Pimpinan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya meninjau pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Bejijong, Kecamatan…