InfrastrukturJatim

Museum Sri Aji Joyoboyo Kediri Direhabilitasi Rp4,6 Miliar, Kawasan Ditata hingga Jaringan Kabel Dipindahkan

×

Museum Sri Aji Joyoboyo Kediri Direhabilitasi Rp4,6 Miliar, Kawasan Ditata hingga Jaringan Kabel Dipindahkan

Sebarkan artikel ini
Proyek senilai sekitar Rp4,619 miliar itu mencakup pembenahan fasad, pembangunan amphitheater, akses masuk, hingga penataan jalan dan area parkir.
Example 468x60

Kediri, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri terus mempercepat rehabilitasi Museum Sri Aji Joyoboyo untuk memperbaiki bangunan sekaligus menata kawasan di sekitarnya.

Proyek senilai sekitar Rp4,619 miliar itu mencakup pembenahan fasad, pembangunan amphitheater, akses masuk, hingga penataan jalan dan area parkir yang ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, mengatakan pekerjaan rehabilitasi museum ditargetkan selesai tahun ini.

Penataan kawasan secara keseluruhan diharapkan dapat dituntaskan pada akhir Desember.

“Ya, tahun ini juga kami harapkan museum tahun ini tuntaslah,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).

Rehabilitasi tidak hanya menyasar tampilan bangunan utama.

Pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung agar kawasan museum memiliki akses yang lebih baik dan dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Pekerjaan yang menjadi bagian dari rehabilitasi tahun ini antara lain pembangunan amphitheater, pembenahan fasad museum, serta perbaikan akses menuju bangunan utama.

Penataan kawasan kemudian diperluas melalui perubahan anggaran (PAK).

Pemkab Kediri berencana menambahkan pembangunan akses jalan di sisi belakang museum, area parkir, jalan keliling kawasan, hingga pagar.

Penambahan infrastruktur tersebut dilakukan karena kawasan museum saat ini belum memiliki akses keliling yang menghubungkan bagian depan dengan area belakang secara optimal.

“Terus ini nanti di PAK ini kami tambahkan anggaran untuk akses jalan di belakangnya ya. Parkir dan jalannya ya. Plus pagar kalau enggak salah, lupa saya. Ada pagarnya juga kayaknya. Ini kan dari samping-samping masuk ya. Ini kan belum ada jalan kelilingnya ke belakang. Nah, itu yang kita buatkan,” jelasnya.

Selain pembenahan fisik kawasan, Pemkab Kediri juga berupaya membersihkan tampilan bagian depan museum dari keberadaan jaringan utilitas yang dinilai mengganggu visual kawasan.

Baca Juga  DPRD Surabaya Siap Kawal Aspirasi Mahasiswa terkait MBG hingga BBM

Sejumlah tiang listrik dan jaringan fiber optik masih berada di depan museum.

Bahkan, terdapat kabel yang posisinya relatif rendah sehingga dinilai kurang mendukung tampilan kawasan setelah direhabilitasi.

Irwan mengatakan, pemindahan jaringan tersebut menjadi bagian penting agar tampilan depan Museum Sri Aji Joyoboyo lebih tertata setelah proyek fisiknya selesai.

“Yang jelas kita ada pekerjaan lain selain revitalisasi museum itu, mindah tiang listrik di depan. Nah, tiang listriknya itu kan mengganggu sekali, tiang listrik maupun FO ya, apa fiber optik. Ini proses nanti. Jadi nanti kalau museumnya juga sudah selesai terus ya depannya harusnya bersih sih. Enggak ada kabel listrik yang menggelantung,” tegasnya.

Untuk merealisasikan penataan tersebut, Dinas Perkim Kabupaten Kediri telah berkoordinasi dengan PLN dan penyedia layanan telekomunikasi. Pemindahan jaringan fiber optik nantinya dilakukan oleh masing-masing penyedia layanan.

Sementara itu, penataan jaringan listrik membutuhkan pengadaan tiang baru sekaligus pengaturan kembali jalur kabel.

Anggaran yang diperlukan untuk pekerjaan pemindahan jaringan listrik diperkirakan lebih dari Rp100 juta.

“Sudah negosiasi juga dengan PLN. Sekarang kayaknya sudah tekan kontrak teman-teman perkim,” imbuhnya.

Penataan kawasan Museum Sri Aji Joyoboyo menjadi bagian dari upaya Pemkab Kediri meningkatkan kualitas ruang publik sekaligus memperkuat destinasi berbasis sejarah dan budaya.

Dengan rehabilitasi bangunan, penambahan akses dan fasilitas kawasan, serta penataan jaringan utilitas di bagian depan, museum diharapkan tidak hanya memiliki tampilan yang lebih representatif, tetapi juga semakin nyaman digunakan sebagai ruang edukasi sejarah bagi masyarakat.

Museum Sri Aji Joyoboyo sendiri memiliki posisi penting dalam pengenalan sejarah Kediri.

Karena itu, pembenahan kawasan diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kunjungan sekaligus mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal sejarah dan budaya daerah.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *