Nganjuk, Jatimmandiri.id – Warga Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, meluapkan kekecewaan mereka dengan melakukan aksi blokade jalan pada Kamis (18/6/2026).
Aksi tersebut dipusatkan di ruas penghubung Kecamatan Ngetos–Berbek yang mengalami kerusakan parah.
Aksi dilakukan oleh warga Dusun Jatirejo dan Dusun Sanan setelah hampir sepuluh tahun harus menghadapi kondisi jalan rusak tanpa perbaikan yang jelas.
Kerusakan tersebut diduga kuat akibat aktivitas truk tambang galian C yang melintas setiap hari dengan muatan melebihi kapasitas.
Perwakilan warga, Lukman, menyampaikan bahwa berbagai upaya komunikasi dengan pihak pengusaha tambang telah dilakukan. Namun, hingga kini belum ada realisasi konkret.
“Warga sudah sering meminta perbaikan, tetapi hanya janji yang kami terima,” ujarnya.
Sebagai bentuk protes, warga menutup total akses jalan dan memasang spanduk tuntutan di lokasi. Mereka menegaskan, aksi akan terus berlangsung hingga ada langkah nyata dari pihak terkait.
Warga menuntut seluruh aktivitas tambang dihentikan sementara sampai perbaikan jalan direalisasikan melalui pengecoran beton. Mereka juga meminta seluruh armada tambang tidak melintas sebelum perbaikan dilakukan.
Saat ini, terdapat dua lokasi tambang yang beroperasi di wilayah tersebut. Setiap hari, lebih dari 100 truk melintas di permukiman warga, sehingga memperparah kerusakan infrastruktur dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Pemerintah Kecamatan Ngetos turun langsung ke lokasi untuk melakukan mediasi antara warga dan pihak pengelola tambang. Camat Ngetos, Nuri Prihandoko, menyebut kerusakan jalan mencapai sekitar satu kilometer.
“Pihak pengusaha tambang telah sepakat untuk menghentikan sementara operasional sambil menunggu proses lanjutan,” jelasnya.
Hingga saat ini, warga masih berjaga di lokasi untuk memastikan kesepakatan tersebut dijalankan.
Mereka berkomitmen akan terus mengawal proses hingga perbaikan jalan benar-benar terealisasi dengan mendatangkan alat berat dan material ke lokasi.












