Edu-Life & Sport

Wamendiktisaintek:Beasiswa Dirancang untuk Dukung Pembangunan Nasional

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Wamendiktisaintek:Beasiswa Dirancang untuk Dukung Pembangunan Nasional

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie.
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Program beasiswa perlu dirancang tidak hanya untuk membiayai pendidikan, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan nasional. Pemerintah mendorong pengembangan ekosistem beasiswa yang menghubungkan pemerataan akses pendidikan, peningkatan keterampilan, pendampingan, hingga kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menegaskan, setiap program beasiswa harus memiliki tujuan yang jelas agar manfaatnya tidak berhenti pada penerima bantuan pendidikan. Skema yang tepat diharapkan mampu memperluas kesempatan belajar sekaligus menghasilkan talenta sesuai kebutuhan bangsa.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Keadilan sosial berarti semuanya harus mendapatkan akses, semuanya bisa mengakses,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Selasa (27/10).

Stella mencontohkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berupaya menyesuaikan mekanisme penyalurannya agar lebih banyak calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu dapat mengakses perguruan tinggi.

Namun, pemerataan pembiayaan bukan satu-satunya tantangan. Informasi mengenai peluang beasiswa juga harus mudah dijangkau masyarakat. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Kemdiktisaintek mengembangkan portal SatuBeasiswa sebagai platform yang mempertemukan lembaga pemberi beasiswa dengan masyarakat pencari bantuan pendidikan.

Menurut Stella, penerima beasiswa masih membutuhkan dukungan setelah memperoleh pendanaan maupun menyelesaikan studi. Pendampingan, pengembangan keterampilan, pengalaman praktik, serta hubungan dengan dunia kerja diperlukan agar pendidikan dapat meningkatkan produktivitas dan mendorong inovasi.

“Ekosistem beasiswa perlu mencakup pendampingan, mentoring, pengembangan keterampilan, pengalaman praktik, dan koneksi dengan dunia kerja. Dengan demikian, beasiswa dapat berkontribusi lebih luas terhadap produktivitas, inovasi, serta pembangunan nasional,” ujar Stella Christie.

Pandangan tersebut sejalan dengan Ketua Dewan Kehormatan Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia (AJBI), Fasli Jalal. Ia menilai beasiswa merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia yang manfaatnya dapat meluas melampaui penerima bantuan.

Baca Juga  Bappenas dan Dewan Pers Perkuat Sinergi untuk Penguatan Pers Nasional

Menurut Fasli, kesempatan menempuh pendidikan dapat membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan keluarga dan mobilitas sosial antargenerasi.

“Ketika seorang anak memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan, sesungguhnya kita tidak hanya mengubah nasib satu individu, tapi membuka kesempatan terjadi mobilitas sosial bagi dirinya, keluarganya, masyarakatnya, bahkan bagi generasi berikutnya,” ucap Fasli Jalal.

Melalui pengembangan ekosistem yang terintegrasi, beasiswa diharapkan menjadi instrumen strategis untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas talenta, serta mendukung produktivitas dan pembangunan nasional secara berkelanjutan

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edu-Life & Sport

Jakarta, Jatimmandiri.id – Persoalan renovasi rumah yang kembali dihadapi beauty influencer Tasya Farasya menjadi perhatian warganet. Di tengah proses perbaikan…