Edu-Life & Sport

Menteri PPPA Ajak Santri Jadi Penggerak Pembangunan Bangsa

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Menteri PPPA Ajak Santri Jadi Penggerak Pembangunan Bangsa

Sebarkan artikel ini
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi dalam rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Mojosari, Nganjuk.
Example 468x60

Nganjuk, Jatimmandiri.id – Santri dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan Indonesia, bukan hanya melalui penguasaan ilmu agama, tetapi juga lewat kontribusi nyata dalam pembangunan nasional. Karena itu, generasi pesantren didorong memperkuat pengetahuan, integritas, dan karakter agar mampu menjawab tantangan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Mojosari, Nganjuk, Jawa Timur. Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/10/2026), ia mengajak para santri meneruskan semangat perjuangan para pendahulu dengan mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Pertama, momentum Hari Santri ini menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya anak-anakku para santri untuk mengenang dan meneladani apa yang telah dilakukan para pahlawan, ulama, kiai, dan santri, dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat perjuangan ini harus dilanjutkan oleh anak-anakku semua dengan mengisi pembangunan dan berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia,” kata Arifah.

Menurutnya, santri merupakan salah satu kekuatan penting bangsa yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi di berbagai bidang. Pendidikan pesantren menjadi ruang untuk membangun kedisiplinan, memperdalam ilmu, sekaligus membentuk karakter yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kalian harus bangga menjadi santri, karena santri adalah salah satu jangkar bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia bukan hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga generasi yang berakhlak mulia, mempunyai integritas, dan berbudi pekerti. Ini fondasi untuk generasi yang akan datang,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi.

Ia menekankan bahwa kecerdasan akademik perlu berjalan seiring dengan akhlak mulia dan integritas. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal bagi generasi muda untuk menghadapi perubahan sosial maupun perkembangan teknologi.

Arifah juga menyoroti pentingnya pendampingan orang tua, guru, dan pengasuh pesantren dalam membangun karakter anak sejak dini. Dukungan lingkungan pendidikan dan keluarga dinilai menentukan kemampuan anak menghadapi tantangan era digital tanpa kehilangan nilai agama dan budi pekerti.

Baca Juga  Celebest FC Taklukkan Persada 1-0, Uci Rifki Bawa Tim Puncaki Klasemen Grup U Liga 4 Nasional

“Pendampingan yang kuat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai tantangan perubahan zaman, termasuk dampak penggunaan teknologi digital tanpa kehilangan nilai agama, akhlak, dan budi pekerti,” kata Menteri PPPA Arifatul Fauzi.

Melalui momentum Hari Santri, pemerintah berharap para santri tumbuh menjadi generasi berilmu, berkarakter, dan aktif berkontribusi bagi kemajuan Indonesia

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *